Selasa, 29 September 2009

Valeska



Selama liburan kemarin, hari-hariku dipenuhi dengan acara gendong-menggendong Valeska. Tiap detik pokonya.. "tak gendong kemana-mana," deh..
Iyah, masak lebaran pake acara demam segala, Say.... Ibunya nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa kemana-mana.

Sebenarnya aku juga sih yang salah. Gimana nggak salah coba, udah tau anaknya demam masak masih dipaksain keliling ke rumah sodara and tetangga.

Jumat sebelum lebaran, aku tuh masih masuk kerja full (aneh gila kantorku ini). Pulang kerja dia masih berdiri menyambutku di depan pintu seperti hari-hari biasa.

Mamaku langsung lapor:
"Tadi siang badannya panas...."
Kuraba dahinya, emang panas.
" Ini udah turun, tadi lebih panas," mama menambahkan laporannya.

Besoknya (sehari sebelum lebaran) panas badannya udah turun karena dikasih Mama obat turun panas, (ya iyalah, masa dikasih obat turun berok, gela lo!)

Aku happy.
"Besok kita lebaran ke rumah Mbah ya, Sayang... Jangan sakit lagi ya..." bujukku.
(emang bisa penyakit di bujuk???)

Esoknya, pagi-pagi buta (terlalu hiperbolic) habis sholat Subuh, Valeska ku mandikan, ku dandani dan ku pakein baju baru nan cantik (kan lebaran...)
Udah kelar gitu, aku mandi dan ikutan dandan (iyalah...masak kalah ma anaknya, kan nggak lucu anaknya pake baju cantik maknya lusuh, ntar dikirain pembokat..)

Selesai sholat Ied di mesjid dekat rumah dan disambung sungkeman plus nangis-nangisan sama Mama, kami berangkat ke rumah Mbah-nya Valeska alias Ibu-Papanya alias mertuaku (ribet banget sih..)

Sehabis sungkem ma mertua, kami keliling ke rumah tetangga disana. Sore baru pulang.
Mungkin karena kecapekan, malamnya Valeska kembali panas. Dikasih obat turun panas, paginya kembali adem. Nah, goblognya aku, sore hari di lebaran kedua itu, aku ajak lagi dia keliling ke rumah-rumah tetangga. Aku pikir kan, ah deket-deket sini ajah... Padahal mama udah wanti-wanti:

"Habis dari rumah Pak RT, langsung pulang, ya. Antar dia pulang dulu kalau kalian masih mau kemana-kemana," teriak mama.
"Iya.." jawabku.

Nah... malamnya, jadi deh tuh. Badannya bukannya panas lagi tapi panaaaaass...banget. Aku ketakutan, takut dia step atau apa. Buru-buru kami ke dokter sehabis sholat Isya.

Mulai malam itu hingga hari-hari selanjutnya, aku ronda gantian sama misua. Anaknya nggak mau di tidurin di kasur, maunya digendong aja, udah gitu yang nggendong nggak boleh duduk, harus berdiri. Nggak peduli lagi ada tamu pun, aku terpaksa berdiri aja sambil nggendong (nggak sopan amat sih...). Kalau coba-coba duduk, dia menangis njerit-njerit (untung tamu-tamu pada ngerti). Jadilah pinggang rasa nak patah, bahu pegel, betis bengkak dan tumit rasa nak pecah.

Itulah hadiah lebaranku tahun ini. Jangan tanya capeknya.
Untung (lagi) sehari sebelum masuk kerja, Valeska udah baikan dan yang penting udah mau tidur dikasur. Kalau nggak, terpaksa kontrak gendong di perpanjang. Kan nggak tega kalau mamaku harus nggendong dia seharian sampai misua dan aku pulang kantor....

Jumat, 11 September 2009

Dengarkan curhatku (Bukan lagu)

Aku bilang, aku mencintai-MU, aku akan mengikuti apapun yang ENGKAU mau. Tapi aku tidak bisa menahan diri, saat menjumpai-MU dan saat bicara pada-MU, aku selalu mikirin yang lain...
Tidak! Itu bukan mauku...
Tapi ada yang merayuku untuk tidak mengindahkan-MU, dan buruknya, aku sering terpedaya oleh rayuannya... Dan sedihnya, ENGKAU selalu memaafkan aku dan memperlakukan aku dengan baik dan tetap memberikan apapun yang aku butuhkan....

Bagaimana ini....??

Aku bilang, dihatiku hanya ada KAMU, tapi setiap ENGKAU meminta waktuku 5 menit saja untuk setiap pertemuan, hatiku malah sibuk berkata-kata sendiri, membayangkan yang lain, memikirkan yang lain.
Sebenarnya itu juga bukan mauku.... Dia yang selalu datang menggodaku... Dan aku selalu terpedaya. Betapa lemahnya aku...

ENGKAU membenciku karena itu.........???

Ternyata tidak, ENGKAU selalu punya maaf untukku dan selalu menerimaku setiap aku datang lagi dan lagi pada-MU.

Sekarang, lihatlah aku, hidupku penuh kekecewaan. Mungkin ENGKAU ingin menguji kesabaranku dengan ini ataukah ENGKAU telah pergi dan meninggalkan aku...???

ENGKAU tau, awal tahun ini aku dipromosikan oleh bosku untuk jabatan yang lebih tinggi. Tapi kulihat angka di slip gaji pada bulan berikutnya hanya selisih sedikit saja dari bulan sebelumnya. Aku sangat kecewa. Biasanya kalau promosi itu naik gaji bisa mencapai 800 ribu-an.

Bosku kemudian menjanjikan akan ada adjustment lagi pertengahan tahun ini. Tapi lagi-lagi aku kecewa, selisihnya lebih sedikit lagi dari selisih bulan kemarin yang ditunjukkan slip gaji bulan ini yang sangat ku benci...

Uuhhhh.... ENGKAU lihatkah...???
Aku manangis.... Aku tidak pernah menangis sebelumnya. Berapapun aku terima, aku syukuri. Tapi kali ini aku betul-betul kecewa. Sangat kecewa. ENGAKU kan tau, aku butuh dana untuk membawa mama yang sakit berobat ke dokter yang lebih baik, aku butuh dana untuk membiayai kuliah keponakanku yang ditinggal kawin oleh ayahnya, aku butuh dana untuk tabungan masa depan anakku yang masih bayi, biar nanti dia bisa sekolah yang lebih tinggi dari aku dan punya hidup yang jauuuuhhhh... lebih baik dari ibunya ini...

ENGAKU tau, aku malah tak sempat memikirkan diriku sendiri.
Setiap gajian aku hanya memikirkan, apa gajiku bulan ini cukup untuk mereka... Lihatlah tubuhku, sudah kurus kering kerontang dihajar cobaan demi cobaan...

Setiap kali berangkat kerja, aku takut membayangkan mama tergeletak sakit dirumah, merintih sendiri, kemudian ENGKAU memanggilnya karena sayang-MU padanya, sementara dirumah hanya ada mama dan bayi berumur 17 bulan...
Dan setiap kali melihat mama tersenyum menyambutku pulang, aku bersyukur bahwa mama ternyata masih ada disini bersamaku, masih sanggup melakukan aktivitas biasa, masih cukup kuat walau kadang sambil menahan sakit di perutnya.
Dan setiap kali pula, aku berdoa semoga gajian bulan depan bisa membawa mama berobat hingga sembuh..........

Dan karena itu aku kecewa.
Sangat kecewa. Sangat sangat sedih....

Aku yakin ENGKAU tidak membenciku, ENGKAU tidak meninggalkan aku, ENGKAU selalu menyayangiku meskipun di setiap shalatku aku kadang tidak fokus padamu, tidak fokus pada shalatku hingga aku kadang lupa, ini sudah rakaat ke berapa? Iblis itu selalu menampakkan berbagai masalah hidup didepan mataku setiap kali aku sedang beribadah pada-MU. Aku mohon, jauhkanlah aku daripadanya.

TUHAN, Apakah ENGKAU mendengar doa-doa ku? Aku percaya ENGAKU mendengarnya, dan ENGAKU akan memberi yang terbaik untukku. APakah yang terbaik itu adalah mengabulkan semua permintaanku atau tidak, hanya ENGKAU lah yang tau.

Hanya saja, jika inilah yang terbaik bagiku ya TUHAN, berilah aku kekuatan menghadapi segala kesulitan ini, beri aku kesabaran yang luas seluas samudra, beri aku hati yang tentram...