Jumat, 01 April 2016

Dibalik Kesulitan Itu Ada Kemudahan

Janji Allah:  
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Dia terlihat fit selama 2 bulan. Sama sekali tidak terlihat kalau dia sedang sakit.

Dan aku terbuai.

Awal bulan Maret, dia mulai sering mengeluh kembung. Perutnya nyeri dan terasa nggak nyaman. BAB mulai nggak lancar. Tapi BAK sering banget, dan terkadang ngilu diperut bagian bawah.

Mulailah kami mondar-mandir lagi ke RS di Batam. Dokter NHD bertanya, apa kemo masih lanjut? Kami menggeleng dan menceritakan “penderitaan” papa Vales di RS di Padang. 

Lalu, lama-lama obat anti nyeripun nggak mempan lagi...

Dokter NHD mengamuk, dia terlihat kesal. Akhirnya kata-kata itu terucap juga dari mulutnya:

Senin, 28 Maret 2016

Menyerah dan Menyesal

"penyesalan bukan datang diakhir, tapi penyesalan datang saat kau mengetahui letak kesalahanmu" - riska-

Akhirnya, tanggal 25 Nov’15 setelah melalui perjuangan panjang, papa Vales dapat protokol kemo dan dijadwalkan untuk kemo pertama tanggal 7 Desember karena (lagi-lagi) menunggu obat kemo datang. Untungnya di sini keterlambatan obat nggak sampai berbulan-bulan kayak di Batam. Hanya telat beberapa hari "saja".

“Bapak harus sudah berada disini paling lambat 3 hari sebelum hari H ya, Pak. Karena bapak harus ke poli dulu, minta surat rujukan untuk kemo dan untuk kamar rawat, cek darah dulu juga booking kamar dulu..” begitu kata petugas bagian kemo waktu kami datang kesana untuk tanya-tanya prosedur.

Kamis, 24 Maret 2016

Perjuangan Melawan Kanker

"hidup adalah perjuangan, selalu tentang perjuangan.."
Credited
Yang disebut tumor itu sudah mencapai kelenjer getah bening, diperkirakan akan menyeberang dan menyebar ke organ lain...

"Kita lanjut kemoterapi ya, Pak. Jangan sampai tidak, nanti fatal akibatnya.." kata Dokter NHD pada Papa Vales.

Jadi ini kanker? Aku masih berharap ini "hanya" tumor..

Karena biaya kemo yang mahal, dokter menyarankan kami untuk pakai fasilitas BPJS. Hanya saja untuk daerah Batam, obat kemo untuk pasien BPJS sedang kosong (dan sering kosong). Daripada putus ditengah jalan, dokter memilih merujuk kami ke RS di luar Batam. Ke Jawa atau Sumatera

Senin, 21 Maret 2016

Susungguhnya Aku Tak Cukup Kuat



Bersabarlah... Allah mencintai orang-orang yang sabar dalam ujiannya. Kuatlah, karena ujian bertujuan untuk menguatkan..

Aku keluar dari ruang operasi dan memakai pakaianku yang tadi. Kakiku lemas, ingin tidur sejenak. Tidur yang lelap seperti bayi.. Aku merindukan papa dan mamaku. Andai mereka ada di sini...

Aku sampai di luar, menghirup udara yang (waktu itu) diselimuti asap. Aku ingin sekali tidak berada di sini. Tapi.. di sinilah aku kini. Berusaha menghadapi takdirku dengan tabah. Aku percaya Tuhan akan memberikan sesuatu untukku kelak, jika aku berhasil melewati ujian ini.

Jam 3 sore, lagi-lagi dokter memanggilku. Kali ini dokter anestesi. Aku dibawa ke ruangan lain. Katanya itu ruang observasi. Di sana papa vales sedang terbaring nyaris telanjang dengan aneka selang di tubuhnya. Secarik kain menutupi bagian vital tubuhnya. Tubuh yang dari kepala sampai kaki pucat pasi tak berdarah. Dokter menjelaskan bahwa dia kehilangan banyak darah. Satu dari 4 kantong darah yang disipkan ditolak oleh tubuhnya. Jadi harus dibuang. Dokter menjelaskan jiakalau nanti muncul bintik-bintik di tangan papa vales, maka aku harus segera berteriak memanggil perawat.