Ada kontes lagi, nih. Kontes yang sungguh berbeda. Lain dari yang lain. Membuat Gurindam bertemakan Muharam. Seperti yang telah kita ketahui bersama, belajar membuat gurindam itu hanya pas duduk di bangku SMP, karena nggak mungkin pas duduk di bangku taman bakal diajarin gurindam, apalagi pas duduk di bangku pesakitan.
Jadi, sebagai banci kontes sejati hasil didikan duo sahabat Kecebong-ku Mama Ina dan Jeng Susan Noerina, mendengar ada kontes, kupingku langsung berdiri. Apalagi kontes gurindam ini susah-susah gampang. Mesti menggali lagi kenangan lama akan pelajaran jaman SMP. Tapi sebagaimana semboyan banci kontes yang diusung sepenuh hati oleh Nchie Hanie: "menang nggak menang yang penting eksis", maka dengan style yakin, aku ikutan. Nggak ngarep menang sih, tapi (tetep) ngarep hadiah..heuheuheuuuu....
Jadi, sebagai banci kontes sejati hasil didikan duo sahabat Kecebong-ku Mama Ina dan Jeng Susan Noerina, mendengar ada kontes, kupingku langsung berdiri. Apalagi kontes gurindam ini susah-susah gampang. Mesti menggali lagi kenangan lama akan pelajaran jaman SMP. Tapi sebagaimana semboyan banci kontes yang diusung sepenuh hati oleh Nchie Hanie: "menang nggak menang yang penting eksis", maka dengan style yakin, aku ikutan. Nggak ngarep menang sih, tapi (tetep) ngarep hadiah..heuheuheuuuu....