Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

Perang Hati

“Ibu tidak perlu jemput Valeska, biar ikut pulang sama saya saja. Ibu jaga bapak saja di RS. Yang sabar ya, Bu...”  Seketika, sejumput sedih dan sekeping lega diaduk dalam mangkok yang sama; di hatiku..
...sebelumnya... 

Sejak akhir tahun 2014, sebanyak 3-4 hari dalam sebulan Papa Vales dapat dipastikan mengalami diare dan muntah2 serta perut yang terasa begah alias penuh banget kayak orang kekenyangan. Padahal makannya sedikit. Setiap kali cek ke dokter langganan selalu dibilang sakit maag. 

Akhirnya, kami pergi ke dokter lain, dan beliau mencium ketidakberesan.

“Saya kasih bapak obat untuk 5 hari, kalau nggak ada perubahan saya kasih rujukan ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut,” titahnya.

Senin, 07 Maret 2016

Di Depan Pintu Coklat

Mujur sepanjang hari, malang sekejap mata.

https://pixabay.com/id/gadis-duduk-sedih-bahagia-42659/
Credit
Aku duduk di sana, tak jauh dari lelaki berseragam biru dongker yang juga duduk menghadapi sebuah meja kecil. Aku tau, lelaki itu sesekali melirik ke arahku. Mungkin heran, mungkin juga simpati. Aku tak peduli. Aku fokus ke arah pintu berwarna coklat. Orang-orang keluar dan masuk. Yang kutunggu tetap tak ada. 

Dan aku masih di sini. Duduk sejak jam 9 pagi. Mungkin sudah sejam...dua jam.. tiga jam.. Aku mulai ingin menangis. Merasa sendirian dan merana. Tenggorokanku mulai sakit menahan lara. 

Pintu coklat terbuka, seorang wanita berpakaian hijau menghampiriku sambil tersenyum.

Kamis, 20 Desember 2012

Tuhan Menjawab

Aku pernah berdoa pada Tuhan; "Tuhan, berikan aku kesempatan, kemampuan dan kemauan untuk menjadi seorang anak yang baik, istri yang baik dan ibu yang baik..."

Tuhan yang pernah berjanji begini: "Mintalah, maka akan Ku beri" pun menepati janjiNya untuk mengabulkan doaku dengan cara yang membuat aku menangis berhari-hari, cemas berhari-hari, takut berhari-hari dan merasa tak berdaya berhari-hari...

Karena Dia telah mengabulkan doaku dengan 'menyakitkan' mamaku...

Senin, 12 November 2012

Suatu Malam di Rumah Putih

Malam itu, kita duduk berdua di sana, di sebuah bangku panjang di depan rumah putih kita. Kita saling diam sambil menatap ke arah timur, dimana jalan berkelok dan bersimpang. Jalan yang sunyi dan muram, tak ada seorangpun disana, hanya rerumputan yang bergoyang lembut ditiup angin. 

Di depan kita, halaman rumah terasa dingin. Tanah, bunga dan daun sama-sama berwarna gelap. Aku bagai terkurung antara ingin menangis atau tersenyum... Aku merasa sepi, sangat sepi..

Jumat, 21 September 2012

Adiwar bin Adnan

Ya Allah, ampunilah Adiwar bin Adnan, 
naikkanlah darjatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, 
dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. 
Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekalian alam, 
luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya..

Amiinn ya Rabbal Alamiinnn...

Selasa, 11 September 2012

Menuai Sepi

Valeska-ku menangis histeris, air mata dan ingus mengalir membasahi wajah imutnya. Tangannya menggapai-gapai hendak meraih tangan papa. Sesekali kedua tangannya diangkat ke udara sambil terus menginthil papa, berharap digendong seperti biasa. Tapi papa tetap sibuk dengan tas dan travel bag-nya, mengangkati barang-barang bawaannya ke dalam mobil. Tak sekalipun papa menoleh ke Valeska yang semakin sedih.

Selasa, 05 Juni 2012

Pindah ke S'pore

Mamaku sedang gundah gulana binti galau guliani. Tidur tak nyenyak makan tak enak. Mata sepet karena nggak bisa tidur. Kulit keriput karena eh karena sudah tua...

Aku sudah seringkali bilang; 
"Nggak usah terlalu dipikirin, Ma. Nanti malah jadi penyakit..."
"Etapi mama kepikiran terus.. Gimana, dong.."
"Kayak abegeh jatoh cinta aja..."
"Biarin..."

Senin, 30 Mei 2011

Kunonya Rusia ditengah Jawa dan Minang


Valeska in action
Namanya: VALESKA SHAFURA, jangan disangka nggak ada artinya. Jangan disangka sok-sok keren pake nama antik begitu. Memang dijaman dahulu kala, ketika nenek-nenek masih pada perawan, ada sebuah lagu berjudul 'Apalah Arti Sebuah Nama', tapi judul lagu itu sudah pasti bukan bermaksud menyindir nama anakku. Karena pada waktu lagu itu diciptakan, jangankan anakku, aku aja belum sempurna kejadiannya (kayaknya ini terlalu lebay, jangan diambil hati ya? coz, lebay is my style lah)

Jumat, 27 Mei 2011

Puisi BJ Habibie dan kerinduan kami

Hanya jika kututup kedua mataku, wajah, mata dan senyuman yang selalu memukau dan kurindukan kulihat.
Dengan menutup kedua mataku, dapat kuraba, kupegang tanpa menyentuh Ainun bahkan mendapat senyuman yang selalu kurindukan!
Jikalau mataku kubuka lagi, semuanya serentak hilang lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih, dan perih!
Dengan menutup kedua mataku, kurayu dengan kata dan nada yang kami miliki dan kenal, tetapi tetap membisu, sunyi sepi!
Dimana Ainun? Bagaimana keadaan Ainun? Bagaimana mendapat kepastian mengenai Ainun yang selalu kurindukan sepanjang masa!


Bacharuddin Jusuf Habibie, 28.08.2010. 06:30

Senin, 23 Mei 2011

Persaingan tidak sehat antara mama, anak dan cucu

Memang aneh dan sangat tidak patut. Sudah berhari-hari persaingan tidak sehat ini terjadi. Kita kayak yang musuhan. Mama mengurung diri dikamarnya, cuma keluar untuk ke toilet dan ma'em. Diam-diaman. Nggak ada ngobrol sambil cekikikan lagi. Nggak negor diriku yang memandangnya wira-wiri dengan tatapan bingung. Mau negor, ntar kena sumpah serapah, nggak mo negor kok kesannya musuhan banget sama emak sendiri. Rumah kami jadi sepi jali.

Duh, bener-bener tidak menyenangkan.

Senin, 25 April 2011

Naluri Pembokat (1)

Mengajak aku ke dapur tingkat kesulitannya hampir sama dengan mengajak kambing mandi di sungai. Butuh perjuangan yang menguras tenaga dan kesabaran tingkat tinggi.

Begitulah yang dialami Emak-ku selama liburan kemarin. Tersiksa dia lahir batin dalam rangka menyuruh aku memikirkan apa yang bakal dimasak hari itu dan siapa yang akan belanja, secara kami nggak punya pembokat.

Jumat, 15 April 2011

4th Anniversary

Alhamdulillah, hari ini, tanggal 15 April 2011, jam 10.15 wib, tepat 4 tahun sudah aku hidup bersamanya dibawah naungan pernikahan yang Insya Allah di redhoi Allah, orang tua dan keluarga.

Selama 4 tahun ini, aku harap dia tidak menyesal telah memilih aku untuk manjadi istrinya. Meskipun aku cerewet, suka nyalah-nyalahin dia, suka minta dipijitin sepulang kerja padahal dia juga capek, jarang masakin dia, suka komplenin perutnya yang makin maju tak gentar dengan cara-cara yang keji.

Selasa, 15 Maret 2011

Tuhan jagalah tanganku ini

Minggu ini betul-betul tidak bersahabat. Hari Jum'at kemarin seharian gw disiksa sakit kepala. Noleh kekiri pusing, noleh ke kanan puyeng, lurus ke depan nengok komputer malah yang muncul kunang-kunang. Gw putuskan nelan paramex bulat-bulat sebelum muncul insiden muntah memalukan kayak kemarin itu.

Namun apa lacur, serbuan angin yang memenuhi lorong-lorong lambung gw terlanjur bergejolak, berdemo dan akhirnya menimbulkan perang sodara *kayak Libya aza*. Gw udah berusaha mendorong angin itu supaya keluar dari lambung lewat jalur yang semestinya dengan memakan segala yang gw jumpai di seputar meja kerja (kecuali pulpen dan teman-temannya). Ada pai isi anggur dari Pak Big Bos, ada tahu goreng, ada roti tawar, ada es krim conetto yang dibawa Pak HRD *hihi..lengkap yah?* Tapi itu angin malah mendesak keluar lewat atas. Akhirnya.....yahhhhhh....muntah lagi deh.

Kamis, 10 Februari 2011

Kisah Cinta di Kontes Cinta

Tulisan ini ku dedikasikan untuk ikutan kontes di blog Jeng Susan: Tanda Cinta Bulan Januari. Semoga menang!!


Ya ya ya... i know, sekarang udah bulan Februari, tanggal 10 pula. Tapi karena itulah aku ingin posting tulisan ini hari ini, karena hari ini putriku yang manis Valeska Shafura ultah yang ke-3. Met ultah ya, nak... Moga makin pinter, makin manis, nggak nakal dan jadi anak shalehah. Amiinnn.. Karena mama kerja, mama nggak sempat bikin acara apa-apa untuk Vales, soalnya ampe tadi malam jam 11 aja mama masih berkutat didepan laptop meski digelendotin Vales dari belakang. Maaf ya Nak.. Ntar sore mama usahakan pulang cepat dan belikan sesuatu buat Vales. Makasih udah sabar punya mama seperti mama yang selalu kerja ya, Sayang...hiks... Cup..cup..muahhh... Love you...!

Kamis, 23 September 2010

Antara Aku, Mama dan Mario Teguh



"Mama mau pulang tahun depan," mama tiba-tiba nyeletuk ketika kami lagi duduk berdua sore itu.

"Iyalah, Ma. Mudah-mudahan ada rejeki, kita pulang tahun depan. Dah lama kita nggak ngumpul lebaran di kampung," jawabku.

"Maksud mama, mama nggak kan balik kesini lagi. Mama ingin tinggal dikampung, kalau mama meninggal, mama mau dimakamkan dekat makam papamu," glek! aku menelan ludah, memandang mama yang sedang menerawang langit sore," kalau mama meninggal disini, nanti kamu yang susah. Kalau bisa, mama pengen meninggal tanpa sakit parah, jadi nggak nyusahin kalian."

Aku mendadak disergap sedih. Kupandangi wajah mama yang hampir seutuhnya diduduki keriput, kupandangi rambutnya yang udah putih sebagian, tangannya yang kurus tergantung letih dipangkuannya.

Tiba-tiba aku ingin memeluk mama, meminta maaf karena memaksanya tinggal bersamaku, merawat anakku ketika aku bekerja, menghabiskan masa tuanya dengan menjauhkan dia dari tanah leluhurnya, rumah masa kecilnya dan area kenangannya bersama papa.

Mungkin sebenarnya mama tak hendak tinggal disini, tak hendak jauh dari tanah tumpah darahnya. Tapi keadaanku memaksanya untuk tetap tinggal disini. Mama tak mau aku menitipkan anakku pada orang lain sementara aku bekerja.

"Maaf ya, Ma..." aku lirih, memeluknya. Kutatap wajahnya, kutahan tangis yang pecah didada.
"Insya Allah, mama pulang tahun depan..." janjiku padanya dengan sepenuh hati.
"Lebih baik kamu cari kerja lain. Nggak harus kerja kantoran, kan? Banyak ladang rejeki didunia ini. Mama ingin anak kamu tetap kamu yang jaga. Jangan sampai dia lupa mamanya sendiri karena jarang bersamanya," mama membuang pandang ke matahari yang hendak pulang.
"Iya, Ma.. Saya akan coba kerja yang lain," aku masih sibuk meredam kesedihan yang menyeruduk kerongkongan.
"Kamu kemarin ikut nonton Mario Teguh, kan? Dia bilang, jangan sampai karena uang sejuta dua juta kita kehilangan anak yang jauh lebih berharga dibanding uang. Nggak usah takut gagal. Coba dulu, usaha dulu. Beranilah untuk kebaikan Anda, kata Mario Teguh," mama mendadak berapi-api bertindak sebagai asisten Mario Teguh.

Aku manggut-manggut, " iya, Ma.. Insya Allah.."

Aku memang berniat 'memulangkan' mama, aku memang berniat berhenti kerja jika mama tak lagi ada disini bersamaku merawat si kecil walaupun aku mencintai pekerjaanku. Aku ingin dimanapun mama berada beliau merasa nyaman dan bahagia. Aku sangat ingin mama bahagia, sehat sentosa karena hanya mama yang aku punya.

"Mama ingin di kubur dekat Papa," desisnya lagi. Aku menyusut air mata.
Mama  berdiri, melangkah ke kamar mandi ketika azan magrib berkumandang.
"Sering-sering nonton Mario Teguh, bagus itu," titahnya.
Aku tersenyum mengangguk.

I love you Ma...
Entah bagaimana aku tanpamu nanti.......


Note: Gambar dipinjam dari sini.

Jumat, 25 Juni 2010

Papa

Mukaddimah: Seorang teman berbagi thread ini di FB-ku, membuatku teringat akan seorang Papa yang telah meninggalkan aku untuk selamanya 4 tahun yang lalu, mengingatkan aku akan betapa banyak dosa yang telah kulakukan karena membantah kata-katanya. Sebagian besar kejadian yang tertulis di thread ini pernah aku alami bersama Papa. Semoga beliau telah memaafkan kesalahanku, semoga beliau bahagia di alam sana. I love you, Pa. RIP. Doaku bersamamu. :(

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak remaja..Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.Tahukah kamu,bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut.Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.Papa harus melepasmu di bandara.Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?Papa menangis karena Papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Papa telah menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika saya kembali membagikannya kepada teman-teman yang lain.Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Papi / Abah kita...tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

"Sayangilah PAPAmu sebagaimana engkau menyayangi MAMAmu"


Note: Terima kasih untuk Andi W.

Kamis, 03 Juni 2010

My name is Dewi

Ada request pending di FB gw, pas di buka ternyata dari Forum Antar Dewi. Hihihih… gw jadi cekikikan sendiri… Kok bisa ada forum antar Dewi. Kayak mau ngasih tau dunia kalau ada hampir separo penduduk Indonesia yang bernama Dewi.

Kenapa ya, kok nama Dewi laku keras di belantara nusantara ini? Kayak nggak ada nama lain aja. Kalau bokap gw masih hidup nih, gw mo minta diganti nama aja. Biar nggak ada yang nyamain nama gw. :)

Coba bayangin aja, Guys… Ketika SMA, satu kelas ada dua nama Dewi. Yaitu gw dan teman akrab gw: Dewi Susanti.


Ketika merantau ke Kepri dan bekerja di sebuah kawasan industri, gw berbagi kamar dan berteman dekat dengan seorang Dewi Khairul. Kemana-mana kami berdua, sehingga dipanggil Dewi kuadrat.

Lalu, si Dewi teman gw pulang kampung ke Payakumbuh. Selang dua tahun kemudian, gw pindah kerja dan tinggal di sebuah dormitory (mess) perusahaan, masih di kawasan yang sama. Tak lama tinggal di situ, masuk lagi seorang Dewi, sekamar lagi sama gw. Yang ini gw lupa nama lengkapnya. Dewi yang ini berkulit gelap, jadi kalau ada yang nyari “Dewi” teman-teman pada nanya:

“Dewi mana, Bang? Dewi item pa Dewi putih?” hihihihi….

Kalau yang dicari Dewi putih, maka gw akan keluar dengan sumringah… Soalnya, meski gw nggak putih-putih amat, tapi dibanding Dewi satunya, gw jauh lebih terang. *sorry Dew*


Trus, karena gw naik pangkat sedikit, gw pindah ke lain dormitory. Tahukah Anda apa yang terjadi? Sekitar 2-3 tahun kemudian datang lagi Dewi baru, yang akhirnya satu divisi sama gw di finance. Nama lengkapnya “Rosmala Dewi” Para orang-orang terdekatnya memanggil dia “Dewi”, tapi karena di kantor udah ada gw, dia jadi ganti nama panggilan “Ros” hahaha…. Sekarang Ros udah resign, tinggallah di finance gw sendirian merajalela dengan nama Dewi.


Nah, di perusahaan yang sama, gw hitung-hitung ada sekitar 10 orang bernama Dewi. Untung kita nggak saling kenal. Cuma kalau ada manggil “Dewi” ketika karyawan lagi rame ngantri absensi, misalnya, beberapa kepala akan menoleh kea rah si pemanggil. Gw kadang bingung, yang dipanggil dewi yang mana? Solusinya, gw kadang pura-pura budek aja sampai ada seseorang nyolek gw dan bilang kalau yang dicariin adalah gw.


Cerita lain lagi nih, dulu gw punya cowok yang punya kakak cewek bernama Dwi. Tapi tetap aja dipanggil Dewi. Nah, supaya memudahkan anggota keluarga, namaku ditambahin dengan embel-embel nama cowokku itu.

Cerita dilanjut nih, akhirnya gw nikah sama suami gw yang sekarang ini nih, tapi waktu dikenalin sama keluarga besarnya, kami semua tertawa geli, ternyata banyak amat nama Dewi di keluarga ini. Alamak… Bayangin deh, anak kakaknya punya panggilan Dewi, tunangan sepupunya punya nama Dewi, adek ipar abangnya juga Dewi.

Oh My God…!


Gw nggak mau ngitung berapa orang bernama Dewi yang gw jumpai di pasar. Silahkan Anda hitung sendiri kalau berkenan… :)
Eh, iya.. ada berapa orang Dewi-kah di sekitar Anda? :)

Kamis, 27 Mei 2010

Election

Selasa, 25 Mei 2010, pukul 17.10 wib.

Seharusnya jam segini aku sudah melaju di jalan raya menuju rumah mungilku dan sedang ditunggu oleh seorang gadis kecil mungil bersama neneknya yang juga mungil :)

Tapi, nyatanya aku masih aja ngejogrok di sini, di ruangan kantor yang dingin karena AC, ditemani seorang Bos jerawatan yang jauh dari ganteng, amat-sangat jauh dari ramah dan super duper jutek ngalah-ngalahin gadis muda yang lagi PMS.

Ku tabahkan hati duduk manis di depan computer. Masih kerja? Ya, nggak lah… Aku lagi mikirin kata-kata apa yang mau kutulis di Auto Reply Setting emailku.

Why?

Coz, besok Rabu aku nggak bakal masuk kerja karena ada Pemilukada Kepri. Sekalipun aku bukan orang sini, aku tetap mesti ikut pilkada. Harus itu! Secara udah bertahun-tahun nyari makan di sini, gitu loh.
Jadi aku mesti setting dulu auto reply email, supaya para penggemar yang ngirim email ntar nggak nyumpah-nyumpahin gw gara-gara emailnya nggak dibalas-balas.

Hmmm…apa yang harus kutulis di auto reply ini yah…? Election day? Hah, kemarin waktu pemilu legislative aku juga nulis gitu, pas pilpres agak beda dikit: Presidential Election (tapi sama aja kan intinya? ) :)
Trus, sekarang pemilukada. Haruskah kutulis Election day lagi? Atau diganti dengan Holiday dimare? Out of office? Apa yaaahhh…?


Jam 17.25, telponku berdering: dari misua.

“Iya, Mas…”

“Yang, mau nginap ya? Nggak pulang niy..?”

“Iya, Mas. Nginap ajalah.. Nanggung. Toh besok lusa bakal kesini lagi, nginap aja deh..”

“Ya udah.. Da… Mas pulang duluan ya..”

“Eee…tunggu dong, honey bunny sweety tweety. Gw mo pulanglah…. Mosok nginap.. Tunggu 2 menit. Yach, yach..? Oke, Oke?”


Aku matiin telpon, lalu buru-buru ngetik : 'Election day!' di computer. Sebodo amat dengan para vendor di LN kalo baca auto reply gw. What? Election lagi? Emang berapa kali election sih di Indonesia? Bingung-bingung dah lu. Yang penting sekarang gw pulang ninggalin si jerawan yang lagi melototin computer sambil mangap!

Rabu, 26 Mei 2010 pukul 5.30 pagi.


Berusaha tuk melek 100% tapi kagak bisa, bisanya Cuma 5% aja..hihihi.. 5 menit kemudian berusaha tuk bangun dan duduk, berjuang matia-matian tuk berdiri dengan mata yang udah melek sekitar 10%, bergegas ke kamar mandi, wudhu dan shalat.

Jam 7 pagi, pas lagi nyapu-nyapu, mama ngajakin ke TPS. Wah, mama semangat banget nih, patriotisme sejati.

“Ayok Wi, kita sekarang aja ke TPS, biar cepat selesai. Mumpung lom rame,” katanya.

“Yah..mama. Biz sarapan aja lah. Mandi aja belon..”

“Mama udah mandi kemarin..”

“Ih jorok… Masak mandi kemarin dibanggain. Mas Bambang ja lom bangun tuh..”

“Biar aja dia tidur, udah tau mau pemilu eh, malah tidur lagi bis sholat.”

“Jangan gitu dong, Ma.. Gitu-gitu dia kan mantu mama paling ganteng..”

“Ya iyalah.. Secara nggak ada saingan. Mantu mama yang cowok kan cuma dia ndiri..”

“Eh, iya ya ma.. Lupa..” aku nyengir sambil berlalu ke kamar mandi.



Dan, pukul 8.15 menit, dengan semangat 45 yang tak pudar digilas jaman, kami sekeluarga berangkat ke TPS.


Pas di bilik suara, daku keheranan memandang paku segede gaban tergeletak tak berdaya di atas meja.

“Wah, nyoblos lagi ya, Mas. Nggak nyontreng nih…?” tanyanku sama panitia yang berdiri tak jauh dari bilik suara.

“Ya, Mbak.. Nyoblos kita.. Hemat tinta. Kalo beli spidol mulu kan mahal,” teriak mas-mas yang pake baju ijo.

“Lah, kan pulpen untuk nyontreng presiden kemarin masih ada, Mas, Bisa dipake lagi,” aku ngeyel, pura-pura nggak tau kebiasaannya orang sini.

“Mana ada lagi, Mbak. Udah di pake untuk nyoret-nyoret baju sama anak sekolah,” kata si Mas sambil cekikikan.

“Yo wis lah, Mas. Up to you lah… Tapi ini paku disimpan ya Mas, kan bisa dipake lagi untuk nyoblos berikutnya. Jangan dipake untuk makuin rumah sampeyan lo ya..”

“Berikutnya nggak nyoblos lagi, Mbak. Balik nyontreng..” si Mas nyengir dengan gigi kuning berhiaskan daun ubi keselip disela-sela giginya.

“Oalah…… Atur aja deh, Mas..”

Sambil ngelayanin si Mas-mas bergigi daun ubi, akhirnya kami selesai juga nyoblos calon Kada Kepri. Moga-moga yang menang, siapapun itu lebih amanah dari yang sudah-sudah, dan sadar bahwa apa yang mereka pimpin akan mereka pertanggung jawabkan di hadapan Sang Maha Pemimpin, kelak.

Semoga.

Kamis, 15 April 2010

Apa maksud-Mu, Tuhan?

Jangan pernah bertanya, kenapa kayu menjadi pintu. Tapi lewatilah pintu itu dan temukanlah kebahagiaan di dalamnya - Mario Teguh.


Oke, aku nggak kan lagi bertanya kenapa aku tak secantik Manohara :)
Atau tak seberuntung Nia Ramadhani yang dinikahi putra orang terkaya di Indonesia.
Atau yang paling ekstrim: Kenapa diantara 5 bersaudara hanya wajahku yang di kerubuti jerawat bedebah ini. Huhh..!

Lagi, yang paling sering kutanyakan pada Tuhan: Kenapa Dia mempertemukan aku dengan seseorang, membiarkan kami pacaran selama more than 8 years, kemudian Dia jodohkan aku dengan seorang pria yang lain? Terus, apa gunanya 8 tahun itu? Kalau memang nggak jodoh, kenapa nggak dipisahin dari awal..? hiks..hiks..

Oke, oke, aku janji, ini kali terakhir aku bertanya atas semua itu.

Tiga tahun yang lalu, tanggal 15 April "pria lain" itu telah berjanji dihadapan Tuhan dan disaksikan ratusan manusia untuk menjadi imamku didunia dan akhirat.



Malamnya aku menangis, teringat "Pria 8 tahunku". Kenapa akhirnya aku malah nikah sama orang yang berbeda?
Paginya, aku terbangun dan memandang wajah 'asing' di sebelahku dengan rasa tak jelas menggelayuti hati: Kok malah ini?
:)

Hari berikutnya, entah virus apa yang bersarang di otakku, aku masih saja bertanya-tanya tentang 8 tahun yang hilang terbuang percuma, tentang pria yang pernah menanam cinta hingga berurat berakar di hatiku. Bahkan setelah putriku lahir setahun setelah pernikahanku, aku masih saja sibuk bertanya-tanya. Kenapa sih, Tuhan?



Hari ini, di ulang tahun ke 3 pernikahan kami aku berjanji tak kan lagi bertanya-tanya tentang apa yang telah diputuskan Tuhan atas hidupku, termasuk jodoh, rejeki, jerawat :) atau apapun itu. Tuhan pasti punya planning yang baik untukku. I'm sure. Karena inilah "pintu" yang harus ku lalui dan pasti akan kutemukan kebahagiaan didalamnya bersama suami dan putri cantikku.

Cintai apa yang dimiliki, miliki apa yang dicintai - Unknown source


Aku akan selalu mencintai apa yang kumiliki saat ini, tapi aku mungkin tak bisa memiliki semua yang kucintai. Tapi tak apa, ini sudah lebih dari cukup. Thank's God

So, Happy anniversary...




Semoga bahagia hingga kita bersama melangkah ke sorga. Amiin..

Note: Setelah kupikir-pikir, kayaknya di kerubutin jerawat itu bukan takdir Tuhan deh.. Itu adalah konsekwensi dari kemalasan aku merawat diri..hihihi. Yang penting misua bilang aku tetap yang tercantik didunia, ngalahin Manohara pokoke... :)

Senin, 22 Februari 2010

Menangislah, nak!

Pagi ini seperti hari-hari senin yang lalu-lalu... sesampai di kantor aku nggak langsung kerja. Duduk manis, sisiran, nyalain komputer and...........buka blog..! hayyah...kok malah ngeblog. Nggak kerja, mbakyu?! Tenang aja....daftar kerjaan udah berderet di kepala, udah tau urutannya. Ntar juga selesai, tunggu aja tanggal main nya..preet!

Tanpa peduli walau apapun yang terjadi, Ku telusuri deretan 'Nice Blog' di side bar. Siapakah yang mampu menyita waktuku pagi ini? Naaaa...ini dia. Blognya Bunda: Tingkah Anak. Soalnya judulnya bikin penasaran; "Menangis"

Penasaran nih.. Siapa yang menangis? Bunda menangis? Kenapa menangis? Dimana menangisnya? Sama siapa? Ah... Daripada bikin penasaran, mari kita klik aja disini

Ceritanya Bunda mau ngajakin pamer foto bayi-bayi lucu yang lagi nangis. (biar nangis, bayikan tetap aja lutu..iihh.gemmessss dech...) Tadinya Aku mo ngikut pamer foto anakku yang lagi nangis neh.... Udah lama sih di fotonya, tapi disimpan aja di flash disk. Sekarang saatnya show time, kupikir. Tt..tt..tapi..sepertinya Bunda posting ini udah lebih dari 5 minggu yang lalu. Kayaknya aku dah telat banget deh... Tapi nggak papalah, Bun. Daripado ndak goyang, kata orang Padang, Aku pamer nangkene wae..lah!

Ini dia tangisan Valeska:






Foto pertama, Valeska baru berumur sekitar 6-7 bulan. Liat aja rambutnya masih tegak beberapa lembar...heheh.
Foto kedua dan ketiga itu sekitar 1 tahun atau lebih kali ya.. Aku lupa. Giginya udah banyak dan rambutnya lumayan lebat. Hmm...

ayo, menangislah, Nak...