Rabu, 21 Januari 2009

Pempers dan bayi


Inilah enaknya punya blog, bisa menggosipin siapa aja; orang yang masih idup atawa orang yang udah meninggal pun bisa digosipin. Dari jaman nabi ampe kejadian 10 tahun kedepan (kalau Anda tau )pun boleh digosipin, nggak penting benar pa kagak nyang penting blog nya update..hihihihi…

Jadi pada kali ini beta ingin bergosip tentang beta punya tetangga (halakh!)
Nyang ini beneran nih….

Alkisah, tetangganyaku punya bayi berumur lebih kurang 2 bulanan.
Dari umur beberapa hari gitu udah dipakein pempers, itu loh.. popok anti bocor yang kalau si bayi beser atawa eek nggak ngotorin pakaiannya dan nggak berleleran kemana-mana, nggak ngotorin karpet dan nggak bikin aroma rumah sama dengan aroma wc umum (hebat yah, yang puny ide bikin pempers :) )

Harga pempers tuh macam-macam, untuk bayi yang masih dibawah 6 bulan size S biasanya yang harganya dibawah Rp.1,000 ada tuh. Yah, tergantung sapa yang beli juga sih. Kalau yang beli orang kaya, artis, pengusaha de e lel ya nggak maulah beli yang seharga murahan gitu. Pasti nyari yang mahal tapi bagus…

Btw eniwei baswei, rata-rata si bayi perlukan ganti pempers 7 kali sehari bahkan lebih (pengalaman aku nih… :)), tergantung dari jumlah “pengeluaran” dia juga. Nah, kalo tetanggaku lain lagi, ganti pempers bayi hanya sewaktu dia mandi aja. 2 kali sehari! Kecuali kalo sibayi eek, karena nggak tahan aromanya barulah diganti. Kalau Cuma pipis doang bakal dibiarin aja sampai melimpah ruah (berlebihan omongannya…)

Tahukah Anda, dua-duanya bisa menimbulkan penyakit. Loh?

Penyakit Pertama:
Jika bayi anda ganti pempers minimal 7 kali sehari dikali 30 hari sebulan dengan patokan harga pempers Rp.1,000, maka anda perlu dana Rp.210,000 per bulan hanya untuk pempers. Nggak besar ya? Ih, buat aku besar banget tuh! Uang 200 ribu untuk nampung kotoran trus dibuang ke tong sampah…. Besaran mana dengan sedekah anda sebulan? (halah..) Disinilah letak penyakitnya. Penyakit untuk dompet Anda, tentu saja. Tapi kalo pendapatan Anda diatas rata-rata, uang segitu nggak ada artinya kali ya? So, yang pertama ini bisa jadi penyakit bagi sebagian orang lah.

Penyakit Kedua:
Nah, jika anda ingin mengurangi penyakit yang pertama tadi, berarti anda harus berhemat, seperti tetangga saya ntuh. Gantilah pempers bayi anda 2 kali saja sehari. Hasilnya? Dompet Anda lumayan sembuh dari peyakit, karena Anda “hanya” butuh Rp.60,000 sebulan untuk dibuang ke tong sampah. Tapi…. Bayi andalah yang jadi sakit. Karena kelamaan ganti pempers kulitnya jadi bintik-bintik kemerahan, gatal-gatal (ditempat yang semestinya nggak boleh gatal), jamuran, keputihan… de el el. Karena kuman amat senang dengan tempat yang lembab (itu yang kubaca disebuah majalah...) Jikalau anda malas ganti pempers bayi anda, maka kuman akan berterima kasih pada Anda karena mereka bisa berkembang biak dengan leluasa disana tanpa perlu ikut program KB.

So, gimana sih, solusinya? Mau ikut trik aku?
Gini nih,
~ Bayi yang belum bisa merangkak atau merayap nggak perlulah dikasih pempers. Toh, dia nggak bisa kemana-mana. Kalo pipispun pasti disitu-situ juga. Jadi dialas pakai kain aja cukuplah. Nggak papa kan, nyuci agak banyak, sekalian olahraga.. :)
~ Kalau dia udah bisa merayap dan merangkak, nggak apa-apa di pakein pempers biar nggak repot ngepel lantai tiap saat dan juga rumah nggak bau pesing deh.
~ Kalau si bayi udah bisa ngomong, ajarin dia untuk ngomong “pipis, Ma…” supaya anda bisa nganterin dia ke toilet.
~ Sering-sering periksa pempers si bayi karena dia belum bisa meriksa sendiri, kalo udah lembab dan berhawa lumayan anget, segera ganti.
~ Jangan di pakein pempers yang terlalu ketat, Sodara-sodara… Kasihan yang kejepit disana. Panas, lembab dan bau ntar…
~ Kalo bisa sih, make pempers nya pas mau pergi-pergi aja, dirumah sebisa mungkin nggak usah pake lah.. Selain hemat untuk Anda juga sehat untuk si bayi.
~ Kalau anda ngerasa tips ini basi, Anda nggak perlu nerusin mbaca postingan ini. (eh, nganggung ye..udah mau abis ini…)
~ Kalo Anda ngerasa ini nggak penting banget, ya…. Udahlah… Tinggalin aja komen manis dibawah ini… :)

Jumat, 02 Januari 2009

Hari ini ulang tahunku...

Malam tahun baru listrik wafat dirumahku... Alhasil peralatan elektronik dirumahku menjadi barang rongsokan tak berguna. Termasuk komputer tua yang nyempil disudut kamar remang-remang. Akhirnya aku nebeng internet kantor lagi pagi ini untuk postingan nggak penting ini (padahal emang hari-hari nebeng internet gratis dikantor..hihihi..)


Kemaren, 1 Januari adalah hari ulang tahunku. Tak terhingga rasa syukurku pada Allah SWT atas segala hal yang diberikan-Nya padaku selama ini.

Ya Allah…
terimakasih telah membariku Papa yang ganteng dan menyayangiku,
Terimakasih telah memberiku Mama yang cantik, lembut dan penyabar…
Terimakasih telah memberiku keluarga yang akur walau tidak kaya,
Terimakasih telah mempertemukan aku dengan DIA dan pernah sangat bahagia bersamanya,
Terimakasih telah memisahkan kami dan membuatku mengerti bagaimana menghargai cinta,
Terimakasih atas cinta yang tetap Kau biarkan ada dihati kami walau kami telah berpisah dan pernah saling menyakiti,
Terimakasih telah memberiku pengganti yang baik dan menyayangiku apa adanya,
Terimakasih atas pekerjaan dan jabatan yang kuperoleh dengan jalan yang tidak begitu susah,
Terimakasih telah memberiku temen-temen yang baik dan bisa membuatku tertawa walau sedang berduka,
Terimakasih telah mewafatkan Papa-ku dalam keadaan bersih dan dihatinya mencintai-Mu,…
Terimakasih telah mengambil nyawa Papa-ku setelah beliau mengucap “La illa ha illallah…” dengan lancar dan tidak dituntun siapapun…
Terimakasih telah memanggil Papaku menghadap-Mu dan membuatku mengerti bahwa ada keluarga yang harus lebih kuperhatikan ketimbang menangisi seorang lelaki yang pergi..
Terimakasih telah memberikan ketabahan yang super kepada Mamaku hingga beliau sangat kuat menghadapi cobaan yang datang bertubi-tubi

Terimakasih untuk segalanya, Tuhan… untuk apapun yang pernah Engkau hadirkan dalam hidupku yang takkan bisa kusebutkan satu-persatu disini… Aku percaya dibalik segala suratan duka yang tertoreh dihati selalu Engkau selipkan kebahagiaan disana.
Namun walau telah banyak nikmat yang Engkau beri, masih saja aku ingin meminta padamu ya Rabbi….:

“Mohon ampuni dosa-dosa papa, lapangkan dan terangi kuburnya, selamatkan dia dari azab kubur, terimalah amal ibadahnya, ringankan timbangan dosanya, tempatkan dia ditempat orang-orang yang Engkau sayangi…”

“Tuhan, mohon ampuni dosa-dosa kami yang ditinggalkan Papa, tabahkan hati kami ya Allah, kuatkan iman kami, dan bila tiba masanya kelak kami menyusul Papa, wafatkan kami dalam keadaan khusnul khatimah. Amin ya Rabbal ‘Alamin…”