Minggu, 02 Oktober 2011

Batikkan harimu! – Sejarah Batik Kita

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “amBa” yang berarti “menulis” dan “tiTik” yang bermakna “titik”.

Batik adalah salah satu cara (teknik) dalam pembuatan bahan pakaian, dalam hal ini yaitu teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Malam (wax - English) adalah semacam lilin yang diperoleh dari ekskresi tumbuh-tumbuhan, berupa damar atau resin. Pada tumbuhan, malam berasal dari hasil metabolisme sekunder yang dikeluarkan oleh pembuluh resin. Pada hewani, malam berasal dari sarang tawon dan lebah (ah, jadi terkenang Ibu Erni-guru biologi ku di SMA dulu..hiks..).  Dan fungsi malam dalam proses membatik adalah untuk menutupi bagian kain yang tidak ingin ikut terwarnai dalam pencelupan.


Nah, seni pewarnaan kain dengan menggunakan malam itu sendiri, di Mesir telah dikenal sejak abad ke 4 SM dengan diketemukannya kain pembungkus mummi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola.
Di Tiongkok, teknik serupa juga diterapkan semasa Dinasti Tang (618-907), di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, tekhnik seperti batik dikenal oleh suku Yoruba di Nigeria, serta suku Sinonke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia sendiri, batik dipercaya sudah ada sejak jaman Majapahit, dan menjadi sangat popular pada akhir abad XVIII.

Namun, hingga awal abad ke XX, hanya batik tulis saja yang ihasilkan di Indonesia, sementara batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920 an.

Konon, meski “batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. GP Roufaer berpendapat bahwa teknik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke 6 atau 7. Sementara J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan Ftemennya A Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera dan Papua. Daerah tersebut telah diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik.
Teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamfor Raffles, sang gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Tahun 1873, seorang saudagar Belanda bernama Van Rijekevorsel memberikan selembar batik Indonesia  ke Museum Etnik di Rotterdam, dan perlahan-lahan, di awal abad ke 19 batik mulai mencapai masa keemasannya. Dan puncaknya di tahun 1900, batik memukau publik dunia dengan dipamerkannya batik di Exposition Universelle di Paris.
Tradisi membatik dulunya merupakan tradisi turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali sebagai milik (karya) keluarga tertentu. Maka jangan heran, bila motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan hingga kini, beberapa motif hanya boleh dipakai oleh keluarga keraton Yogayakarta dan Surakarta.
Semenjak era globalisasi yang memperkenalkan teknik  otomatisasi, maka muncullah batik jenis baru, yaitu batik cap dan batik cetak, ada juga batik lukis. Sementara batik tradisional yang diproduksi dengan tulisan tangan menggunakan canting dan malam, dikenal dengan batik tulis, yang tentunya lebih rumit pengerjaannya dan lebih mahal harganya.
Beberapa daerah di Indonesia yang memiliki batik khas mereka sendiri diantaranya adalah batik Jogja, batik Solo, batik Bali, batik Salem, batik Banyumas, batik Madura, batik Pekalongan,  batik Malang, batik Tasik,  batik Aceh, batik Cirebon, batik Jombang dan batik Banten (sepertinya belum ada batik Padang, ya :D ). Tapi kita tetap cinta batik dan suka make batik, nih buktinya... 

Waktu merid, musti ada batik..
Eh, iya... Yang kiri mah orang Jawa, wajar aja cinta batik... :)
Sejak kecil, diajarin make batik, biar cintanya tumbuh sempurna...
Tapi ada juga yang senang memakai batik sekaligus senang menjual batik, seperti teman-ku ini:
Silahkan kunjungi lapaknya di sini
Pada lapisan petinggi negara, batik (untuk pertama kalinya) pernah dipakai Presiden Soeharto di panggung dunia, yaitu saat menghadiri Konferensi PBB. Kini, setelah batik sempat diakui Negara lain sebagai miliknya, yang membuat rakyat Indonesia (Alhamdulillah ya), menyadari (sesuatu) dan lalu mereka berjuang mendapatkan hak-nya kembali, akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan batik  berikut keseluruhan teknik, teknologi serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, sebagai Warisan Kebudayaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) dari Indonesia. 

Hurrraaayyy...!!
Dan sejak itu, aneka batik dengan model, warna dan corak yang semakin berfariasi, untuk pakaian, sprei, kain, taplak meja dan lain-lain semakin banyak dipakai dan dijual  hingga semakin booming. Para pegawai negeri dan swasta pun berlomba-loma memakai batik sebagai seragam kerja, setidaknya setiap Jum'at. Termasuklah kami…….

Action bebas, mumpung nggak ada boss....
Begitulah ceritaku tentang batik, bagaimana ceritamu?


“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin” 


Dari berbagai sumber.

56 komentar:

  1. @alkahfi:wah2 dalam 1 jam serasa ada 3 temen blogger posting bersaman tentang batik ys,,hmm serasa2 ini hari napa ya,,

    BalasHapus
  2. Oh gitu toh sejarahnya batik, baru tau aku Mbak :P
    Semoga batik bisa berlangsung terus menerus sampai besok ya Mbak, ga hanya rame sekejab saja.. :)

    BalasHapus
  3. OOoo begitu ya jeng..
    Sekeluarga mejeng nih ,
    di Hari Batik..
    Selamat hari Batik Ya..

    Mams Ina ga mo kalah juga pengen nongol..

    BalasHapus
  4. IIhh...
    lucuu
    seneng banget deh sama futuny Valeska..
    Salam ya,dari tantenya yang di Bandung

    BalasHapus
  5. Batik itu mirip lagu dangdhut atau nasi goreng
    Dinikmati pagi gayeng, dipakai siang hari enak, disantap malam hari juga syuuuur
    Jadikan batik bagian dari gaya hidup anda
    Semoga berjaya dalam kontes ini bersama saya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. ARYA KAMANDANU2 Oktober 2011 05.49

    duuh genit-genitnya......^_____^

    BalasHapus
  7. si kecil cute bangeeet

    BalasHapus
  8. kompak nih mBak..:)

    BalasHapus
  9. padang gak ada batik ya ? yg sy tau, jambi & bengkulu punya batik khas ..

    Selamat hari batik mbak ...

    BalasHapus
  10. Batik Salem dari daerah saya bu ga boleh ketinggalan...
    banyak motif yang bisa ditawarkan... :D

    BalasHapus
  11. Batik keIndahan yang rumit tapi tetap sedap dipandang...Bukan sekedar coretan dalam kain tapi ada makna yang terjalin

    BalasHapus
  12. wah mantap nih sejarahnya lengkap
    terakhirnya ada foto narsis ya mbak :D
    btw makasi ya dah ikutan mbatik mbak

    BalasHapus
  13. wuaaah..... i love batik!!! :D

    BalasHapus
  14. seru sejarah batiknya...
    Ini ceritamu, ini ceritaku. ;)

    BalasHapus
  15. Aku juga...aku juga..... :D

    BalasHapus
  16. Hahahaha.....narsis mah, kudu... :D

    Tengkyu, Put...

    BalasHapus
  17. Betol skali.... 100 buat Riez

    BalasHapus
  18. eit...ada yang ketinggalan yah...
    Okeh, Mab.. Ntar saya update lagi... Thank you, Mab!

    BalasHapus
  19. Kayaknya nggak ada, yang ada kain tenun keknya........ Atawa songket, gituh...

    Selamat hari batik, Dey....

    BalasHapus
  20. harus itu... :D

    BalasHapus
  21. Sama kek bapaknya... :P

    BalasHapus
  22. yang mana..yang mana...??

    BalasHapus
  23. hehe...salamnya dah disampein... :)

    Makasi Tante Cantik, katanya....

    BalasHapus
  24. yo-iiii..... Sayang foto sekeluarga make batik nggak punya. Itu foto sendiri-sendiri di waktu yang berbeda.. *maksa demi kontes* hehehe....

    Selamat mbatik, Say.....

    Mams Ina mah, kupaksain nongol, itu foto telah aku ciduk dengan semena-mena ditengah malam buta kemarin..hahaha.... Semoga dia ikhlas kupajang dimari.. *sori yah, Mam...*

    BalasHapus
  25. Betol. Mudah-mudahan abadi sepanjang masa.. Hidup batikkk..!!

    BalasHapus
  26. Kan hari batik ini... Dan kan ada kontes ini... Emang nggak ikutan?

    BalasHapus
  27. cinta orangnya lalu cinta batik ya mbak :)
    sekalian promoin kios108 nanti menang loh hehehe jangan lupa bagi2

    BalasHapus
  28. Melihat berbagai ragam batik memang menyenangkan....sekarang batik makin bervariasi, dan bisa dipakai pada segala kesempatan.

    BalasHapus
  29. Makasih yach jeng udah ikutan berpartisipasi...hihihi sekalian daku ikut mejeng disini....kmrin ngga bisa komen....trnyta sekarang dah bisa....

    BalasHapus
  30. Kak Wi sejarah batiknya lengkap....serasa lagi belajar tentang batik.

    BalasHapus
  31. Harap maklum.....sedikit bingung dgn yang baru ini jadi ya sabar-sabar aja melayani ibu yang satu ini.....heheheh.

    BalasHapus
  32. Kita semua wajib melestarikan budaya bangsa dan bangga mengenakan batik.

    BalasHapus
  33. hahaha,.......jangan buka rahasia dong, Jeng ah... Kan jadi maluuuuu.....

    BalasHapus
  34. Bener, Mbak. Sekarang gaun batik, blus batik yang cocok untuk remaja dan ibu2 nanggung kayak saya malah banyak dan bikin napsuan (pengen beli) ... Kalo dulu agak malas make batik karena agak terkesan serius dan 'berumur' bila dilihat dari model maupun corak dan warnanya... :)

    BalasHapus
  35. sama-sama....!
    Iya, soalnya bajumu bagus sih, jadi ikutan ku pajang...hehe..

    BalasHapus
  36. heheh..iya, Mul. Biar sekalian nambahin wawasan kita semua.......

    BalasHapus
  37. Top! Setuju! :)

    BalasHapus
  38. akmal fahrurizal4 Oktober 2011 07.08

    sekarang batik sudah banyak ragamnya ya. Semoga trend berbusana ini tidak sampai hilang begitu saja.

    BalasHapus
  39. Valeska luthu bangeeeet pake batik, ga kyk mamanya #eh? kabuuuuur hihihihi

    BalasHapus
  40. mamanya lucu kalo gak pake batik kali, Rin :P
    *kepengenlucu*

    BalasHapus
  41. semoga.......

    BalasHapus
  42. aaaah akhirnya bisa komen. kemaren sempat kesulitan komen. hehehehee

    Kakak Valeska cantiiiiik banget Mbak, hehehehee
    suka lihat fotonya valeska yang imut imut itu

    BalasHapus
  43. hhihihi...
    makasih bu sdh dilengkapi,, jadi lengkap skarang, betapa kayanya indonesia akan batik.. :D

    BalasHapus
  44. Mulyani_adhini4 Oktober 2011 13.58

    Itu foto Dini waktu umur 3 tahun kak Wi...

    BalasHapus
  45. Batik tetap bisa digunakan dalam setiap kesempatan. Batik sebagai warisan peninggalan nenek moyang kita perlu dilestarikan agar jangan sampai punah.

    BalasHapus
  46. di daerahku tiap hari jumat seluruh pegawai wajib pake batik...

    BalasHapus
  47. hebat dong... Kalo ditempatku nggak selalu setiap jumat. Kadang jumat pake, kadang enggak... :D

    BalasHapus
  48. Iya, Alhamdulillah ya.... :)

    BalasHapus
  49. semoga menang kontes nya :D

    Salam,
    Kevin
    Blog : www.nostalgia-90an.com
    Nostalgia Segala Sesuatu pada Tahun 90an.

    BalasHapus
  50. Aku dah kirim lewat FB, Say..........

    BalasHapus
  51. Kok ayu temen to diajeng Dewi ini pas menikah ihik.... :mj

    (emang sekarang gak canteeekkk?)

    BalasHapus
  52. Waaah, pemenang to? Selamaaaatt.....

    (ketinggalan berita hiks...)

    BalasHapus
  53. duh, Mbak... seluruh dunia juga udah tau.... *lempar poni* (minjam istilah Pakdhe)

    BalasHapus
  54. oalaaahhhh.... kok nggk tau sih, Mbak? Kemarin kan aku diwawancarai di acara Satu Jam Lebih Keren.
    Nggak nonton toh? Nggak punya tipi po?

    BalasHapus
  55. Salam kenal..pas komen pas pakek batik ni... makasih infonya

    BalasHapus

Yang cakep pasti komen, yang komen pasti cakep..

Tapi maaf ya, komentar nggak nyambung akan dihapus :)
Terima kasih...