Dear Bung Syahrir,
Mohon maaf sebelumnya jika mengganggu...
Begini lho, Bung. Teman saya mengadakan kontes menulis surat untuk pahlawan. Dan saya memilih Anda untuk saya surati. Bukan karena nama Anda sama dengan nama seorang kakek yang tinggal di depan rumah nenek saya. Bukan juga karena Anda terlahir di Koto Gadang - Kab.Agam - Sumbar, sama seperti saya. Saya pilih Anda karena saya mengagumi Anda, Bung. (Meski usia kita berbeda puluhan tahun, saya masih boleh kan, memanggil Anda dengan sebutan 'Bung'? Soalnya saya bingung mau panggil apa. Mau panggil 'Pak' Anda udah terlalu sepuh, mau panggil 'Pakdhe', duh, kesannya nggak sedap. Lagian nggak enak juga sama Pakdhe Cholik... :D)
Begini lho, Bung. Teman saya mengadakan kontes menulis surat untuk pahlawan. Dan saya memilih Anda untuk saya surati. Bukan karena nama Anda sama dengan nama seorang kakek yang tinggal di depan rumah nenek saya. Bukan juga karena Anda terlahir di Koto Gadang - Kab.Agam - Sumbar, sama seperti saya. Saya pilih Anda karena saya mengagumi Anda, Bung. (Meski usia kita berbeda puluhan tahun, saya masih boleh kan, memanggil Anda dengan sebutan 'Bung'? Soalnya saya bingung mau panggil apa. Mau panggil 'Pak' Anda udah terlalu sepuh, mau panggil 'Pakdhe', duh, kesannya nggak sedap. Lagian nggak enak juga sama Pakdhe Cholik... :D)