Selasa, 29 November 2016

Kau Separuh Aku

Aku melihatmu suatu hari, berlatar langit senja berwarna jingga dengan rambut panjang yang diikat diatas tengkuk. Kamu sedang berlari melintasi lapangan basket, melempar bola ke keranjang. Tanganmu yang kekar, tubuhmu yang tinggi tegap, kulit berkeringat yang mengkilat kemerahan ditimpa sinar matahari senja...

Aku jatuh cinta!

Dan aku melihatmu suatu malam, melangkah pasti menuju mesjid ketika azan berkumandang, tersenyum ramah menyapa orang-orang..

Aku jatuh cinta!


Kamu bilang kamu telah melihatku sejak lama, jauh sebelum aku kenal kamu, kamu telah jatuh cinta. Menghayalkan memilikiku dihatimu, tapi saat itu aku sudah ada yang punya.

Tapi Tuhan punya rencana, Dia mempertemukan kita dan menyatukan kita dalam pernikahan. Hanya saja, tidak lama. Hanya 9 tahun 2 bulan saja. Diapun mengambilmu kembali ke sisi-Nya

Hampir 200 hari telah berlalu....... Kanker itu membunuhmu. Menyiksamu lalu membunuhmu. Kau tau, saat kau pergi aku kehilangan separuh nyawa. Tapi aku merelakan... meski sulit, aku rela. Aku melihat perjuanganmu, aku melihat kesakitanmu. 

Sebelah tangan untuk mengusap wajahmu, sebelahnya lagi untuk mengusap air mataku...
Selama setahun aku menangis dalam doa, agar Tuhan memberimu kesembuhan. Namun Tuhan mengabulkan doaku dengan cara yang tidak kusangka. Dia memanggilmu pulang ke sana. Tanpa sakit dan derita..

Aku menangis..berhari-hari.. Aku menangis bukan karena tidak rela.. Bukan karena tidak ikhlas.. Aku menangis karena kehilangan seseorang yang berharga. Salah seorang yang paling berharga dalam hidupku.. Aku menangis untuk meluapkan beban yang menghimpit hati, agar beban itu sedikit berkurang.

Aku percaya kini kau telah bahagia.. Dalam setiap doa yang kupinta dengan air mata, aku memohon untuk kebahagiaanmu selalu. Aku percaya Dia mendengarkanku...

Sayang, bagiku kau selalu ada di sini, bagiku kau tak pernah mati, kau selalu hidup dalam jiwaku..

Aku merindukanmu. 
Aku selalu menyayangimu
Selalu




5 komentar:

  1. :(
    Aamiin...papa vales sekarang sudah bahagia mba...sudah gak merasakan sakit lagi...
    papa vales sedang menunggu mab dewi & vales di tempat terindah...

    BalasHapus
  2. terharu....
    al Fatihah untuk papa vales.

    BalasHapus
  3. dalam keyakinan kita juga bahwa ruh itu hidup terus hidup abadi bersama Tuhan, karena berasal dari Tuhan juga.
    Jadi dia akan sedih jika kita yang didunia ini terus menangisi (mohon maaf Mba)....
    Jadi gembirakanlah dia dengan doa-doa, ayat-ayat Quran yang kita hadiahkan untuk dia seorang.

    BalasHapus
  4. aamiin....smoga papa valesh diterima iman islamnya....dilapangkan kuburnya....dan smoga jeng dewi dan valesh bisa meneruskan hidup ini dgn penuh semangat dan selalu tersenyum.....caiyooo....

    BalasHapus
  5. Salam mba, turut berduka cita atas berpulangnya suami tercinta. Semoga suami tercinta mb mendapat tempat yang paling indah di sisiNya, aamiin

    BalasHapus

Yang cakep pasti komen, yang komen pasti cakep..

Tapi maaf ya, komentar nggak nyambung akan dihapus :)
Terima kasih...