Senin, 27 September 2010

Pengemis dan pemalak bersafari


Disini, semua orang mulai malas kerja, karena:
Semua orang sibuk membicarakan banyak projek yang akan di transfer ke perusahaan cabang di Malaysia.
Semua orang sibuk ngitungin aset perusahaan.
Semua orang sibuk nyari rumus ngitung pesangon di internet :D .
Benarkah perusahaan ini akan tutup?

Aku harap-harap cemas. Harap-harap dapat pesangon dan cemas setelah dapat pesangon tuh mau ngapain? Jadi pengacara? Pengangguran banyak acara? Bis, mau jadi apa coba? Mau jadi tukang pecel, nggak pintar ngulek, mau jualan lontong, nggak bisa masak, aku hanya sedikit pintar ngitung uang....hhffhhh.. Itupun uang orang, uang sendiri malah nggak ketahuan raibnya, debet kredit nya nggak pernah balance.. :D

Kolega yang kerja di kantor pusat di S'pore cerita bahwa manajemen sana banyak mengeluhkan upeti-upeti nggak jelas yang harus di bayar di negara antah berantah ini. Upeti nggak jelas itu malah lebih besar jumlahnya daripada biaya yang wajib, jelas dan resmi. Karena itulah, cabang disini mesti dibumi hanguskan, di peti matikan. :(

Kadang saya malu jadi WN sini. Tau kenapa? Soalnya pejabat kita sering tanpa malu minta jatah ke perusahaan-perusahaan asing. Sebagai orang yang duduk di bagian keuangan perusahaan, saya tahu persis lalu lintas aliran dana perusahaan kemana aja. Karena itulah banyak perusahaan asing yang pindah ke negara lain yang punya upeti lebih rendah. Dan saya miris karenanya.

Selama rentang 10 tahun saya bekerja di FTZ ini, saya rasa ada sekitar 20 perusahaan asing yang udah mengundurkan diri dan mencari negara lain untuk berinvestasi. Saya dengar sebagian besar dari mereka gulung tikar, ngungsi ke negara lain karena nggak tahan dengan upeti liar itu tadi.

Yang nggak habis saya mengerti, pejabat dari negeri antah berantah itu tanpa malu nelpon ke kantor dan bilang:
"Mana nih, THR nya...? Mentahan boleh atau 10 kes minuman ya Pak? Iya kami hanya 5 orang....bla..bla.."
Itu satu instansi, masih banyak instansi lain yang minta seperti itu.
Kalau udah dikasih, masih ngomel:
"Kok cuma segini sih, Pak? Bisa buat apa?" ck..ck..ck..

Ada lagi yang tanpa malu minta pulsa ke direktur saya yang WNA pas lagi makan siang di PS.
"Pulsa, Mister.. 100 ribu aja..." itu dalam sebulan bisa beberapa kali, loh! Mbok ya kalau nggak bisa beli pulsa, nggak usah punya hp, Pak. Ya nggak sih..

Kadang si direktur curhat sama saya: "Saya tadi diajak makan sama si anu, pejabat anu. Kirain mereka yang bayar, ternyata saya disuruh bayar. Udah gitu minta dibelikan rokok lagi..."

Yang lucu lagi, kadang ada yang datang dari suatu instansi yang kami tidak pernah berhubungan, tapi tetap minta jatah. Aneh.
Biasanya si Bos cerita begini: "Dewi, tadi ada orang jumpa di PS, minta beli rokok. Pakai baju seragam warna anu yang saya jarang lihat. Itu dari instansi mana? Apa kita sering berhubungan dengan instansi itu?"
Kalau saya jawab," Nggak, Pak. Nggak ada hubungan.. Kalaupun ada, jarang-jarang. Setahun mungkin cuma sekali atau semacam itu."
Si Bos paling mesem-mesem: "Mati, saya tertipu lagi.. Ha, semua orang sini suka uang, ha?" katanya dengan sinis. Sebagai gadis pemalu, saya jadi makin malu.

Belum lagi kalau ada impor/expor di hari libur, setelah bayar biaya-biaya yang memang resmi, mereka juga minta untuk mereka sendiri. Alasanya mereka harus datang dihari libur, rumahnya jauh, mesti beli bensin, makan pagi-makan siang-rokok-segala macam. Okelah, tapi minta jangan gila-gilaan dong! Bukan kecil, Coy. Mintanya 2 jeti. Mesti pandai-pandai nawar lah... Kalau nggak, barang nggak bisa keluar. Padahal, tiap bulan mereka juga kita kasih semacam under table fees, loh. Teratur setiap bulan. Semua perusahaan disini ngasih. Tapi tetap aja adaaaaa....lagi dana lain yang mesti dibayar dadakan diluar budget bulanan. Sungguh, tega!

Cerita lain lagi kalau ada visitor dari luar. Kadang dari kantor pusat ada yang datang kesini sekedar liat-liat keadaan pabrik. Ngecek mesin-mesin kalau ada yang ngadat. Atau cuma rapat-rapat kecil. Eh, malah ditanyain WP-nya. Kan mereka nggak kerja disini ya? Buat apa ngurus WP mahal-mahal kalau cuma datang sesekali? Aku bingung deh.. Akhirnya kita harus keluar under table fee lagi untuk setiap orang yang datang. Mainnya dollar, Coy. Rupiah nggak maen... Kalau memang untuk negara, boleh-boleh aja. Bagus, biar negara kita bisa bangun macem-macem. Lah, kalau masuk kantong pribadi?? Nggak rela, nggak rela...

Emang nggak semua pejabat sini sih, yang kayak gitu. Masih ada sebagian keciiiiillllll....yang masih punya harga diri dan gak mau jadi 'peminta-minta'. Tapi ada sebagian yang lebih besar diantara mereka yang nggak punya malu, norak, sok jagoan, minta duit sana-sini tanpa beban moral. Saya ngerasa mereka sama aja dengan peminta-minta alias pengemis atau pemalak. Hanya saja baju mereka lebih keren,  mobil mereka punya, hp paling mutakhir, pendidikanya lumayan tinggi. Tapi apa iya, karena kelakuan mereka yang kayak gitu akan banyak orang yang kehilangan pekerjaan gara-gara investor asing malas nanam modal disini?

Huh. Capek deh...
Daripada mikir gituan, mending ngitung pesangon dulu ah...



Gambar dipinjam dari sini. Thanks

24 komentar:

  1. jangan lupa rumusnya dikirimkan ya kak Wi...mau itung pesangon juga lah...lho kok..

    Iya kak Wi ya..kenapa ya ada banyak yang seperti itu, seharusnya kita2 yga kerja diinstansi pemerintah bagian pengeluaran barang dan document..pasti banyak yang berinvestasi ketempat kita..karna kitakan jujur dan lugu..hehehheh..

    BalasHapus
  2. Negeri ini jadi rusak, karena mereka2 itu, tak tau maluu dah

    BalasHapus
  3. @ IbuDini:
    hehehe, iya Mul. Tapi pasti kita ngk akan sekaya mereka yang skrg duduk disana ya..? hihihi. Tenang, Mul. Kalau udah dapat rumusnya, ntar dikirim ya...*sstt...*

    @ Dina:
    Emang, malu-maluin banget!

    BalasHapus
  4. baca sambil geleng-geleng
    ceritanya menarik banget mbak
    terima kasih sudah mampir ke blog saya

    BalasHapus
  5. semua orang pada sibuk dengan urusannya sendiri
    apalagi pejabat sob makin gencar sibuknya

    BalasHapus
  6. Pengemis bersafari ini ternyata ada di mana-mana....

    BalasHapus
  7. @ Anak nelayan:
    Jangan kelamaan gelengnya, ntar copot kepalanya :D
    Sama-sama makasih deh...

    @ Kisah Abu Nawas:
    Kalau pejabat mah, 'sibuk' mulu... Nggak heran sob.
    Thanks udah follow,

    @ Alamendah:
    Nggak di amankan dulu, Mas? Tapi kayaknya udah aman sihh...:p
    Iya, mereka ada dimana-mana. Nyebelin ya?

    BalasHapus
  8. mungkin ini yang dikatakan sebagai preman berdasi, kaLeee...

    BalasHapus
  9. repot juga klo ga diiringi keikhlasan ya sob hehehehehehehehehe............... udh harta hilang ga dapat pahala lagi hehehehehehehee

    BalasHapus
  10. @ Menone:
    Setuju! :D
    *nganggukngangguksambilgarukhidung*

    BalasHapus
  11. Itulah hidup dalam banyang2 upeti. ini menjadi perhatian buat pemimpin kita untuk membangun suasan bisnis yang kondusif dan transparan.sehingga bisnisnya jadi berkah

    BalasHapus
  12. @ Rumah-sehat afiat:
    *ngangguk2*
    bener..bener..

    BalasHapus
  13. he...he...inilah realitas bangsa kita (cuma bisa ambil nafas panjang)

    BalasHapus
  14. ..
    Orang jelek boleh komen gak sih..? :-D
    ..
    Semoga aja keluarga kita gak ada yg kaya' pemalak itu..
    Bakal lebih malu lagi deh.. :-(
    ..
    Tengkyu udah mampir blogku..
    :-)
    ..
    -AtA-
    ..

    BalasHapus
  15. @ Usman Jambak:
    Jangan lupa dikeluarkan lagi.. :D

    @ Ata:
    Aku sering mampir di blognya Ata, kok. Cuma seringnya sebagai silent reader aja. Thanks udah mampir kesini dan komen..
    :D

    BalasHapus
  16. Mampir dulu bu....
    Bacanya ntar ya...
    hehe....
    Salam

    BalasHapus
  17. bermacam-macam bentuk pengemis ada ya,sist.Pening deh kalau di pikirkan hehe.Thanks ya kunjunganya.

    BalasHapus
  18. @ Bendol:
    Udah lama nggak mampir, Ndol.. Pa kabar?

    @ Aishalife-line:
    Sama-sama, Sist. Thanks juga udah mampir..
    :)

    BalasHapus
  19. mungkin haL itu yang dikatakan sebagai preman berdasi kaLi yah.

    BalasHapus
  20. @ Om rame:
    betul, Om.
    *ngangguk-ngangguk*

    BalasHapus
  21. Mantab dech ceritanya :D
    salam kenal yach!!!

    BalasHapus
  22. seruw ceritanya...lam kena;

    BalasHapus

Yang cakep pasti komen, yang komen pasti cakep..

Tapi maaf ya, komentar nggak nyambung akan dihapus :)
Terima kasih...