Senin, 19 Desember 2011

Be happy, Honey

Beberapa hari yang lalu............

Siang itu terik sekali. Aku sedang duduk di depan pintu sembari mencabuti komedo yang berderet nggak rapi di puncak hidungku dengan kusyu' dan tawadhu' ketika hp-ku melengking bergetar-getar.

Sebuah nomer tak bernama terpampang di layar. Sejujurnya, aku trauma menjawab telpon dari nomer yang nggak kukenal karena pernah dituduh nggak mbayar hutang, pernah dimarahin cewek nggak jelas yang menurut aku sedang depresi akibat ketakutan ditinggal cowoknya hingga menjadi kurang waras dan lain-lain sebagainya. 

Jadi, kupelototin aja layar hp dengan bimbang.


Dering hp berhenti. Mungkin karena nggak kunjung diangkat, si penelpon memutuskan sambungan. Aku kembali duduk ke 'Pos Pencabutan Komedo' di depan pintu. Kali ini hp kukantongi. Jika memang penting, pasti si dia menelpon kembali.

Bener saja, tak sampai 5 menit, hp cantik itu kembali gemetaran dan berteriak-teriak minta diangkat. Nomer yang tadi. Okeh! Diangkat saja, bismillah...

"Halo........" menahan nafas, bersiap dimaki-maki.
"Haa..llooo...." suara parau serak-serak becek menari memasuki lorong kupingku.
"Hmmm...siapa nih?" aku bertanya dengan suara selembut mungkin, sepertinya seseorang yang di sana sedang menangis.

Dia  menyebutkan namanya. Seseorang yang kukenal. Seorang wanita muda yang jauh, jauh lebih muda dari aku. Aku udah kerja dia masih sekolah, aku masih senang-senang dia malah dengan gagah berani memutuskan menikah muda. Mungkin usianya masih 20 - 21 tahun waktu menikah itu. 

"Kenapa menangis, Jeng?" tanyaku.

Diapun bercerita. Suaminya pergi tanpa kabar berita, meninggalkan dia dengan dua anak balitanya, meninggalkan jiwa yang lara, hati yang penuh luka... *halah, halah..* 

Aku mendengarkan dengan seksama.

"Aku nggak pernah membayangkan akan jadi janda di umurku yang masih muda begini, kak. Dengan anak-anakku yang masih kecil... Aku nggak bisa bayangkan.. Aku sedih sekali, kak.." dia terisak-isak," tak pernah kubayangkan rumah tanggaku akan seperti ini. Bagaimana anak-anakku nanti, Kak..." Mataku ikut memanas. Aku gak tau harus ngomong apa. Kelu.

"Yang sabar ya, Jeng. Jangan terus-terusan menangis.. Kasihan anak-anakmu..." nasehat yang lebay. Nggak mungkinlah orang cekikikan ditinggal suami, tapi aku sungguh nggak tau harus ngomong apa. Yang aku tau, dia butuh didengarkan. Dengarkan dia dengan sepenuh jiwa, sebagai seorang ibu, sebagai sesama wanita.

Aku tau persis bagaimana rasanya. Putus cinta aja sakit banget kok, apalagi ditinggal suami dengan dua anak pula. Aku heran deh, apa sih yang dipikirkan lelaki-lelaki semacam itu? Begitu mudah memutuskan menikah, memutuskan punya anak di usia belia lalu meninggalkan mereka saat mereka masih butuh kasih sayang orang tua. Apa dosa anak-anak itu? 
Gambar

Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi). 

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Barangsiapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga. (HR. Bukhari) 

Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR. Aththusi). 

Warisan bagi Allah ‘Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya yang beribadah kepada Allah sesudahnya. (HR. Ath-Thahawi).

So, sayangilah anakmu Temans. Jika bertengkar dengan pasangan, jangan di depan anak, dong. Jika nggak cinta lagi sama pasangan, jangan korbankan anak, dong. Mereka kan nggak minta dilahirkan......

Buat Temanku yang sedang sedih, aku berdoa, semoga suamimu dibukakan pintu hatinya sama Allah untuk kembali bersamamu lagi. Jikapun dia tidak kembali, percayalah, kau akan jadi wanita perkasa yang sanggup membesarkan anakmu sendiri. Jangan sedih, karena Allah akan bersama kalian dan rencana-Nya selalu indah. Be happy, Honey....

41 komentar:

  1. ikut sedih juga mbak di tinggal pacar juga setengah mati apalagi di tinggal suami dengan meninggalkan anak ukhhh tak sanggup kayanya tapi mungkin ini cobaan tuhan semua itu pasti ada jalannya percayalah

    BalasHapus
  2. bagus sekali tuh, jadi tempat curhat teman....ada pahala sendiri yg lebih besar...

    BalasHapus
  3. Saleum,
    Ahhh... sedih nian jika dihadapkan pada masalah seperti itu.
    tulisan ini sekaligus mengingatkan ku betapa berartinya sebuah keluarga.
    saleum dmilano

    BalasHapus
  4. huaduh... kasian juga tuh jeng-jeng nya . .
    ditinggal minggat suami. ..
    itulah efek kawin muda hanya berlandaskan cinta #SOTOY.
    pokoknya jangan sampe tuh cewek bunuh diri aja deh. hehehhe. . .

    BalasHapus
  5. Hiks rasanya putus cinta..
    Mendingan sakit gigi dah jenk..

    Ga mau mbayangin kalo ditinggal suami dan anak,Tidaaakk..!!

    BalasHapus
  6. ikut bersedih mbak. mudah2an ada jalan ya buat temannya itu

    BalasHapus
  7. ada bekas suami
    ada bekas istri
    tapi ga ada bekas anak
    anak harus terus diberi kasih sayang dan selalulah terhubung dengan mereka dengan cara apapun yang dapat diusahakan
    keep smile
    keep fight

    BalasHapus
  8. Kirain suaminya meninggal..

    Sebagai laki-laki, tetep aja ga ngerti dengan cowok yang ga bertanggung jawab gitu...

    BalasHapus
  9. ikut terharu baca nya :(

    Buat temen nya mbk dewi. Must be strong for your child, you can do it sista :)
    Semangat, allah sayang sama semua makhluk na kuq :)

    BalasHapus
  10. Saya catat pesennya Mbak..

    BalasHapus
  11. bagaimana cerita selanjutnya mbak? (penasaran mode on)

    BalasHapus
  12. @ Obat Asam urat Alami:
    Yoi, aku percaya….

    @ Aryadevi:
    Amiinn…

    @ dmilano:
    Bener, Bang.
    Keluarga adalah segalanya……

    @ Angga:
    Iya, kawin muda ya gitu deh, nggak sempat mikir jauh-jauh. Mikir yang enak-enak aja :)

    Nggaklah, jangan sampai bunuh diri dong ah… Itu mah udah bodo banget kalo smape mikir kek gitu :D

    @ Nchie:
    Aku nggak mau dua-duanya ah…

    Jangan dibayangin.. Aku juga ogah.. Tidaaakkk..!!

    @ Lidya:
    Amiin.. mudah-mudahan..

    @ Bang atta:
    Bener, Bang. Aku juga punya keponakan yang ditinggal ayahnya. Ayahnya mungkin udah lupa kalau dia punya anak dimari. Tidak pernah terhubung lagi dgn anaknya. Makanya aku sedih banget ngeliat anak temanku itu. Kayak diremas-remas hatiku ini :(

    @ Zico:
    Mending meninggal, Mas…

    @ niar :
    Amiiin…

    @ Masbro:
    Dicatet dan diamalkan, MasBro :D

    @ Popi:
    Belum tau, nih…
    Ntar kutanya orangnya dulu ya…

    BalasHapus
  13. wah jadi sedih banget cie bacanya
    duuh aku pernah mengalaminya

    BalasHapus
  14. no nya mbak terkenal ya?

    hmuntung saya belum berkeluarga, alia masih bujang.

    BalasHapus
  15. kalo saya, pasti bakal berusaha sekuat tenaga untuk tabah. Jiahahah :D

    BalasHapus
  16. Semoga nama suaminya bukan Thoyib.

    BalasHapus
  17. Balik lagi..
    Aku dah ngerjain Prnya ya..

    http://nchiehanie.blogdetik.com/index.php/2011/12/pede-di-saat-hamil/

    BalasHapus
  18. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran, ketabahan dan ketegaran pada si wanita dan kedua anaknya. Dan kepada sang suami, apapun yang menjadi masalahnya hingga 'tega' meninggalkan tanpa berita, semoga dibukakan mata hatinya. seandainya kepergiannya adalah demi anak dan istrinya, maka semestinya dia mengabarkan hingga keluarganya tidak menjadi cemas dibuatnya.

    BalasHapus
  19. setau saya, janda itu harus dilindungi.. terutama oleh negara. tapi bilamana negara tidak sanggup melindungi njanda semacam temannya mbak'e itu, biar sini..mana nomor hapenya. #ealaaaahhhh #mungapain

    BalasHapus
  20. hemmh,,itulah resikonya kalo menikah muda,,hemmh,,tapinbukan berarti hanya yg menikah muda yg mengalami itu loh,,hehehe
    kasian ya,,semoga diberi kesabaran saja..

    BalasHapus
  21. semoga saya tdk seperti itu dech mbak,, terkadang walau kita hanya sebagai pendengar temen yg lg berkeluh kesah itu juga obat penawar hatinya yg lagi galau berat..

    BalasHapus
  22. Hiks...hiks...hiks...knp ya msh ada aj lelaki yg seperti itu...

    BalasHapus
  23. Semoga diberi kesabaran, ketabahan dalm menghadapi semuanya ya mbak..
    :)

    BalasHapus
  24. Mba...aku jadi takut menikah klo denger cerita2 begini :(

    BalasHapus
  25. hmmm menikah itu bagaikan judi atau lotre.
    cerai?
    ditinggal mati muda?
    atau bahagia terus
    tidak ada yang tahu. Harus dijalani saja.
    Karena itu ibuku dari kecil sudah menyuruh anak-anak perempuannya untuk belajar setinggi-tingginya. Dan selalu siap, jika harus tinggal sendiri, benar-benar sendiri atau dgn anak-anak.
    Yang penting harus maju terus..... semoga temanmu itu kuat dan mendapat banyak dukungan dari sekitarnya.
    Jangan disalah-salahi, "Kamu sih begini begitu.....", seperti orang-orang Indonesia secara tidak langsung katakan.

    BalasHapus
  26. kasian anaknya...
    semoga bapaknya tetep inget sama anaknya :(

    BalasHapus
  27. No Comment ah..
    hanya bisa berdo'a semoga suaminya si Mbak itu segera kembali.. segera sadar, wes toh yang namanya perempuan itu sama aja gak usah pilih-pilih yang ada aja dinikmati :)

    BalasHapus
  28. ujian setiap orang beda2 yah,
    saya jadi introspeksi lebih dalam lagi membaca kisah ini
    semoga dia yang sedang dirundung duka, dikuatkan hatinya, dimudahkan rizkinya untuk mengurus kedua buah hatinya. aamiin.

    BalasHapus
  29. aku dah susah urusan panggilan tanpa nama
    hapeku dah kemana mana
    setiap pindah kerja selalu dipajang di web kantor sebagai no cp
    makannya sering dapat telpon untuk urusan kerjaan yang dah lama ditinggalin
    eh kok malah ngomongin telpon..?

    BalasHapus
  30. duh kasihan temannya mbak Dewi...

    kebayang pilunya ya...

    turut mengaminkan do'anya mbak.. semoga masalahnya cepat selesai dan ayah anak2 itu kembali ke sisi mereka.. amin...

    BalasHapus
  31. keren dan azip mbak artkelnya mantabs bener sangat amat bermakna baerisi serta bermanfaat, benar apa yang dikatakan pesan mbak agar menyayangi anknya dan jangan sampai terliha tbertengkar didepan anak, karena pengalaman saya "salah satu anak dari spoang ibu dan bapak" yang mungkin bisa dibilang trauma dengan mendenga taupun melihat kedua orangtua bertengar mungkin jika bila tidak dikasih kesabaran sama yang maha kuasa mungkin sekarang, ana sudah depresi berat. tapi biarlah ini menjadi pelajaran bagi ana. dan jangan sampai terjadi pada anak-anak yang lainya..terimakasih

    BalasHapus
  32. Si cantik ini kayaknya masih kecil tapi dewasa banget cara menasihatinya. Bagus, begitulah jika ada orang yang mengeluh. Kasih perhatian, besarkan hatinya agar dia tak putus asa.

    Saya bangga nduk.

    Semoga kesehatan,kesejahteraan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan untukmu sekeluarga.Aminn

    BalasHapus
  33. duhh ngga kebayang dech gimana rasanya....smoga suaminya diberikan kesadaran dan bisa secapatnya kembali ke rumah...ingat sm anak2 dirumah......mudah2an temannya tabah menghadapi cobaan ini....berat sekali cobaannya....

    BalasHapus
  34. duh ga kebayang ya gimana rasanya .
    yang kuat ya mbak .
    salam kenal mbak , sukses trus ya :-)

    BalasHapus
  35. hhm... ada ya suami yang kurang ajar gitu
    meninggalkan anak anaknya yang masih kecil

    subhanallaaaah

    semoga si suami segera sadar

    BalasHapus
  36. emang sih kalo dicurhati gtu kita ga bisa ngomong apa-apa.....
    jd serba repoot....

    semoga diberi ketabahan....
    :)
    ni patah hati versi berat ruapaanya....

    BalasHapus
  37. Hare gene ternyata masih ada aja seorang bapak meninggalkan anak2nya...udh kayak lagu bang thoyib aja.....

    BalasHapus
  38. Hadooohh suami model begituh kudu disunat lagi Jeng untuk kedua kalinya, tapi pake chainsaw (itu loh gergaji mesin buat motongin pohon)

    Semoga temen Mba Dewi bisa sabar menerima cobaan ini yah. Amien

    BalasHapus
  39. anak adalah amanat ..
    dosa besar jika kita menelantarkan mereka...

    BalasHapus
  40. iia mba trkdang sepasang suami istri yang sedang perang mulut di depan anaknya terlihat biasa saja..
    padahal bisa mengganggu psikolog anak juga..

    BalasHapus

Yang cakep pasti komen, yang komen pasti cakep..

Tapi maaf ya, komentar nggak nyambung akan dihapus :)
Terima kasih...