Jumat, 25 Mei 2012

Indonesia, bangkitlah!

Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli -- from Tante Wiki
Oke, secara politis sekarang Indonesia sudah merdeka. Kita tak perlu lagi berperang untuk memperjuangkan kemerdekaan dari belenggu penjajahan bangsa lain. Tapi kita tetap harus memelihara semangat kebangkitan yang telah dipelopori oleh Eyang-eyang kita jaman dulu untuk memperjuangkan hidup berkebangsaan yang lebih baik. Siapa yang akan memperjuangkan? Kita semua.

Beberapa hari yang lalu, aku nyasar di sebuah forum yang berjudul: 100 Fakta & Ciri-ciri orang Indonesia. Aku membaca dengan hati berdeburan bak ombak laut pantai selatan pada bulan desember *padahal lom pernah kesana :D* karena yang ditulis kebanyakan adalah sisi buruknya. Aku jadi bertanya-tanya; apakah benar orang Indonesia seperti itu semuanya? Semuanya? Aku haqqul yaqin menjawab pertanyaanku sendiri; TIDAK! *dengan gaya jemplo menukik, meniru gaya iklan kampanye 3 tahun lalu :D*

Aku tidak tau apakah yang menulis  100 Fakta & Ciri-ciri orang Indonesia  itu orang Indonesia atau orang non Indonesia. Sebagian anggota forum setuju dengan segala keburukan yang ditulis itu, tapi tidak sedikit yang protes dan mengatakan: "yang Anda tulis mungkin ciri-ciri dan fakta tentang diri Anda sendiri, bukan fakta tentang keseluruhan orang Indonesia" Yup, ada benarnya juga, sih. Mungkin dia melihat dirinya atau lingkungannya seperti itu.

Apa saja sih yang ditulis disana? Ini sebagian kecilnya:
  • rasa kesukuan di Indonesia sangat kuat daripada rasa nasionalisme terhadap Indonesia sendiri
  • orang-orang yang sportif adalah kaum minoritas
  • orang Indonesia selalu mengeluh, tapi tidak pernah mau bertindak
  • merokok di tempat umum (bahkan dalam angkatan umum) adalah biasa dan terkesan tidak mengganggu sekitar 
  • mayoritas mahasiswa hobi berdemo
  • korupsi adalah hal yang lazim di Indonesia
  • hukum di Indonesia sangat payah (mungkin maksudnya penegakan hukum, kali yaahh.. - pen)

Cukup kukutip segitu aja yahh.. :)

Kamu setuju dengan itu semua, Kawan? Kamu seperti itu?

Sudahlah, jika iya, bangkit dan berubahlah. Jika memang kamu lihat lingkungan di sekitarmu dan orang-orang di sekitarmu melakukan hal yang buruk, jangan ikuti. Kamu bisa berbuat lebih baik. Kamu diberi akal fikiran untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Lakukanlah sesuatu yang kamu yakin itu baik untuk dirimu dan orang banyak. Tidak usah menjangkau seluruh negara Indonesia jika kamu tak mampu. Berbuat baiklah untuk alam dan orang-orang disekitarmu saja.

"Satu-satunya cara memaksa orang agar mengatakan hal-hal yang baik tentang diri Anda adalah dengan berbuat kebaikan" - source Anonymous

Indonesia sudah hampir 67 tahun merdeka, kita memang masih tetap terdaftar sebagai negara berkembang. Sebagian besar rakyat kita juga masih tetap hidup dalam garis kemiskinan. Kehidupan perekonomian masyarakat kita memang sangat-sangat senjang. Saat para petinggi meminta dana untuk perbaikan kantornya, di belahan bumi Indonesia yang lain, anak-anak belajar dalam tenda-tenda atau di alam terbuka karena gedung sekolah mereka sudah nyaris roboh dan tidak layak lagi untuk ditempati. Disaat para pejabat studi banding keluar negeri, anak-anak di belahan bumi Indonesia yang lain kesulitan mendapatkan buku pelajaran. Ketika seorang sosialita membelanjakan uang untuk membeli tas tangan seharga 50 juta, di belahan bumi Indonesia yang lain sebuah keluarga makan nasi akik karena tidak mampu membeli beras.

Gambar dipinjam dari blog Mba Anazkia :)

Tapi, haruskah kita saling hujat? Apakah saling menghujat saja cukup? Apakah saling menyalahkan saja bisa menyelesaikan persoalan? Apakah demo yang anarkis bisa menuntaskan masalah? Tentu saja tidak. Segala yang diselesaikan dengan emosional kita tau hasilnya tidak akan baik. Tidak perlu semua itu. Kita wajib mengingatkan orang yang salah, tapi tidak menghujatnya habis-habisan seolah kitalah yang paling benar. Kita wajib mengingatkan, tapi tidak dengan cara merusak apa-apa yang telah kita punya dengan susah payah. Jangan pernah menyalahkan orang jika kita sendiri tidak tau jalan keluar dari masalah yang ada.

Mungkin saja orang memberikan penilaian negatif pada masyarakat kita seperti point-point di atas. Tidak perlu langsung emosi. Mereka berhak menjatuhkan penilaian. Tapi, lihatlah diri kita. Berkaca. Bertanya; "benarkah aku seperti yang mereka katakan?" Fikirkan. Lalu bangkitlah. Buktikan mereka salah.

Alangkah baiknya jika setiap kepala menyadari bahwa untuk memperbaiki keadaan, perbaikilah dulu diri kita sendiri. Agamaku mengajarkan: "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" 

Apa maksudnya? 

Jika setiap diri terus menerus memperbaiki diri dan keluarganya, maka besar kemungkinan sebuah negara juga akan berkembang dan tumbuh dengan baik. Tidak perlu menyalahkan orang lain, tak perlu menghujat. Lakukan aja sesuatu yang terbaik yang kamu bisa untuk kebangkitan Indonesia. Agar Indonesia bangkit menjadi bangsa yang lebih terhormat, tidak lagi dinilai buruk oleh siapapun. Agar kita bisa maju bersama-sama, bukan hanya dalam sebuah slogan. Tapi nyata dalam action! Jangan pernah menyepelekan sebuah tindakan baik. Sekecil apapun, pasti akan ada manfaatnya untuk orang lain.


Selamat memperingati hari Kebangkitan Nasional untuk seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada!
Indonesia, ayo bangkit! Indonesia bisa!

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan  Indonesia Bangkit  di BlogCamp



55 komentar:

  1. makjreeengg..!! ternyata panjang banget! Semoga Shohibul Kontes nggak pening mbacanya..hihi..

    Pis, Pakdhe! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya nggak pening kok Mbak, hehe.. Uraiannya essip. Salam action (sekecil apapun itu..)

      Hapus
    2. Setuju! Mending berbuat daripada menghujat!

      Salam action :)

      Hapus
  2. Saya telah membaca dengan seksama artikel diatas.
    Akan segera saya daftar
    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Pakdhe... Maaf kalo jadil bikin ngantuk..hihi.. :D

      Hapus
  3. Spakat segala sesuatu yang dilakukan dengan emosional hasilnya tidak bagus, intinya lihatlah diri sendiri dulu, apakah yang kita lakukan sudah sesuai aturan bangsa ini, saling menyalahkan dan memvonis hanya akan menimbulkan kericuhan,

    MERDEKA !!!

    Sukses ngontesnya ya Kak, semoga menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tul, Sof!

      Merdeka!!

      Makasih, Sof.. :)

      Hapus
  4. Walaupun panjang, tapi jangan khawatir..sama sekali ngga bikin pening kok.justru yang panjang itu malah bikin penasaran lho, Mba Dewi.Iya,kebangkitan memang bukan sekedar angan2 yang di teriakkan seperti pada saat demonstrasi. Kita harus bangkit dan bertindak sekarang juga,Merdeka!!!!!!!!

    BalasHapus
  5. Aku dari dulu gak ngerti sama makna Hari Kebangkitan Nasional, mbak.. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti tulisan yang dibold diatas, Dik. Membangkitkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan demi kemajuan bersama. Saya kira begitu :)

      *ngomong dengan gaya para pejabat* :D

      Hapus
  6. 100 Fakta & Ciri-ciri orang Indonesia. .... ga semuanya benar mba'e....itu yg nulis tendesius mendiskreditkan orang kita, wong dia juga WNI...apalagi....suse yeee banyak bangsa sendiri yg mendessss kredesss kan bangsa sendiri.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gak semuanya benar. Hanya benar untuk sebagian orang saja.
      Ya kan, Cikgu?

      Hapus
  7. Jika setiap diri terus menerus memperbaiki diri dan keluarganya, maka besar kemungkinan sebuah negara juga akan berkembang dan tumbuh dengan baik. Tidak perlu menyalahkan orang lain, tak perlu menghujat. Lakukan aja sesuatu yang terbaik yang kamu bisa untuk kebangkitan Indonesia. <-- setuju banget mba.

    Yuk mulai action! Sukses untuk kontesnya yaaaa! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, action!

      Tengkyu Mbaaa... :)

      Hapus
  8. tumben mbak dew panjang bener postingannya :D

    wakakakakkaa...............

    tak perlu menghujat,bener tuh mbak menghujat belum tentu bener juga yang menghujat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakaka... Sengaja bikin Pakdhe pening..hahaha...

      Hapus
  9. Mbak, belum baca isinya. Off dulu nanti malam lanjut baca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, yang bener... Paling dah keder duluan liat saking panjangnya tulisanku..hahahaha...

      Hapus
    2. thx to dewi karena artikel ini jadi tahu ada kontes di tempatnya pakde.......pisss

      Hapus
    3. Ayo buruan, Mas. Sudah hari terakhir niihh..

      Hapus
  10. PakDhe pasti semangat membaca, apalagi kalau yang nulis Mbak Dewifatma.
    Begitu kan Dhe?
    =======================
    Semoga Mbak Dewifatma menjadi salah satu pemenangnya kontes BlogCamp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Saya harap begitu, Pak. Kalau Pakdhe nggak semangat, ntar doa Pak Mars nggak jadi kenyataan doongg...

      Makasih ya, Pak.. :)

      Hapus
  11. hemmm, kebangkitan nasional ?
    apanya yang bangkit ya.. saya ga ngerti...
    sekarang aja makin runyam banyak korupsi, keadilan hanya milik orang tertenu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru itu, Mas. Karena banyaknya keburukanlah makanya bangkitkan kesadaran untuk berbuat yang lebih baik pada kita-kita yg masih muda. Jangan malah ikut-ikutan bobrok seperti para petinngi sekarang. Ya nggak sih?

      Hapus
  12. haha, mayoritas hobi berdemo ya? iya bener

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demo sih nggak apapa, tapi baik-baik
      *maunya sih..*

      Hapus
  13. iya betul itu ngapain juga cerita2 yg negatif melulu, bikin orang apatis, banyak kok sisi positif kita,
    Tapi berita seperti itu kan nggak "menjual"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mbak.. Orang lebih suka berita-berita buruk yaaa.. yang baik-baik malah tenggelam :(

      Hapus
  14. sudah pasti juri bingung, juara satu bakal ada dua.. LJ dan DF.. xixixii

    sukses ya Wiii..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. Kita juara 1 dan 2 ya, Bun.. Hadiahnya tiket pesawat pp ke Galaxi. Sampe sana ditabokin sama Pakdhe,....hahaha..

      Sukses buat kita, Bund..

      Hapus
    2. ngakak dah..

      engga lah, mosok ditabok.. pakde kan menyayangi kita.
      #palingan diusir..

      Hapus
    3. Gak papa diusir asal dikasih sangu..wkwkwkwk...

      Hapus
  15. Ayooo kita bangkit bersama, merdeka!!!

    Semoga sucses kontesnya ya ::)

    BalasHapus
    Balasan
    1. merdeka!

      Sukses buat kita semuaaa..!! :)

      Hapus
  16. setuju tantee!! ayo kita action! talk less do more lah buat Indonesia..

    BalasHapus
  17. aku kok sampe lupa ya hari hari nasional..?
    2 mei, 20 mei, 1 juni trus apa lagi ya
    ingetnya agustusan sama tanggal gajian doang
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gajian nggak pernah lupa ya, Bro..
      Sama dong! :D

      Hapus
  18. Tadi saya udah doain blog siapa ya tadi yg ikut kontes ini. Saya juga doain Mbak Dei deh biar menang.

    BalasHapus
  19. orang Indonesia selalu mengeluh, tapi tidak pernah mau bertindak

    Saya setuju banget ....
    dan ada tambahan ...
    mereka juga hanya pintar menjadi pengamat !!! ... hehehe

    perbaikilah dulu diri kita sendiri !!!
    kata-kata ini saya sangat suka sekali ...

    Maju terus Indonesia

    Salam saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengamat itu biasanya lebih pinter ya, Om.. Sama kayak komentator bola, pinter nyalahin pemain. Sekali disuruh main bola malah nggak bisa..hahaha..

      Maju terus Indonesia!

      Salam kembali, Om..

      Hapus
    2. sama juga waktu kejadian sukhoi di gunung salak....yang ga pernah naik gunung komentarnya bikin mau motes tuh mulut aja. Sedangkan yg belum pernah naik gunung salak belum tahu bagaimana ganasnya alam di sana.....menjadi pengamat emang jago deh pokoknya

      Hapus
    3. Iya, bener. Pada protes: "kok evakuasinya lama banget sih?" yaelaahh.. Emangnya tuh pesawat jatuh di lapangan bola?

      Kalo nggak tau apa-apa, mending diam ya, Mas?

      Hapus
  20. keren
    saya suka dengan kat-kata itu "satu-satunya cara memaksa orang mengatakan hal-hal baik tentang diri kita adalah dengan berbuat kebaikan"

    salam kenal dari bandung :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya emang keren, Mas.. :P

      Salam kenal dari Bintan :)

      Hapus
  21. bener banget tuh mbak , dari pada saling hujat mending kita saling introspeksi diri aja biar permasalahan di Indonesia bisa diselesaikan satu persatu .
    talk less do more :)

    BalasHapus
  22. saat ini menjadi orang berbeda yang ga mau ikutan korupsi menjadi sebuah pemandangan aneh kali yah bu?...semoga aja semakin banyak orang menjadi lebih baik sehingga dunia ini semakin membaik juga *tetap berpikir positif meskipun miris melihat keadaan sekarang ini*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Paling tidak nggak ikut-ikutan salah kaprah :)

      Semoga kita termasuk 'menjadi orang yang lebih baik' itu. Amiin..

      Hapus
  23. intropeksi dirilah yang terpenting untuk membangun Indonesia ini lebih maju dan sejahtera..

    BalasHapus
  24. I like...
    I like this...
    *niru Om NH*

    BalasHapus
  25. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus

Yang cakep pasti komen, yang komen pasti cakep..

Tapi maaf ya, komentar nggak nyambung akan dihapus :)
Terima kasih...