Rabu, 24 September 2008

Batik Cina

Masuknya batik buatan Cina yang membanjiri Jakarta bukanlah berita baru.
Tetapi kenyataan masuknya batik Cina ke sentra penjualan batik lokal baru
saya ketahui saat itu. Air mata saya menetes hari itu. Jika batik Cina
sudah sampai ke Pasar Johor, lalu bagaimana dengan pasar-pasar lain.
Bagaimana dengan nasib pengrajin kecil?

"Produk tekstil Cina ini berusaha meniru budaya tradisional asli
Indonesia," kata Ketua Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Bokor Kencono,
Diah Wijaya Dewi. Dampak membanjirnya batik asal China ini sudah dirasakan
pengusaha batik yang biasa memasukkan produknya ke pasar tradisional.
"Salah satu pengusaha batik cap asal Pekalongan sudah ditolak produknya
untuk masuk ke Pasar Johar karena para pedagang sudah memasok batik asal
China ini," ujar wanita yang kerap dipanggil Dewi Tunjung ini.

Suhartini, penjual batik di Pasar Johar mengakui, mendatangkan batik Cina
sejak Febuari dan langsung menyetop penjualan batik asal Pekalongan dan
Solo. "Soalnya bahannya lebih bagus, lebih murah, lebih laku dan ketika
dicuci tidak luntur" katanya.

Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya
di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang diklaim oleh
negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo,
Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang
Sayange, Kerajinan Perak Bali dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa diam
tidak akan memberikan penyelesaian. Kita harus bangkit dan melakukan
sesuatu.

Kemarin saya mendengar tentang upaya perjuangan yang dilakukan IACI < http://www.budaya-indonesia.org/>. Saya tertarik dengan ide gerakan tersebut.
Beberapa kali saya melakukan korespondensi via email ke IACI. Saya
merekomendasikan kepada teman-teman untuk mendukung perjuangan tersebut.
Secara garis besar, ada tiga bentuk partisipasi yang dapat kita lakukan.

Pertama, mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada
rekan-rekan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga
maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email:
office@budaya-indonesia.org

Kedua, mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan
hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika
temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya
Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA,
dengan alamat <http://www.budaya-indonesia.org/>. Jika Anda memiliki kesulitan
untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email:
office@budaya-indonesia.org




Ketiga, melakukan kampanye secara online. Saya memohon bantuan rekan-rekan
untuk mendukung perjuangan ini di dunia maya. Misalnya dengan menyebarkan
pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda
miliki. Mari kita selamatkan budaya Indonesia mulai dari komputer kita
sendiri.

Ayu Nata Pradnyawati

Senin, 22 September 2008

Acara Televisi Favorit

Aku paling suka nonton Kick Andy. Orangnya kocak tapi nggak terlihat kocak (bingung nggak?)

Mirip-mirip Oprah kalo bawain acaranya. Iya santai, serius juga, lucu juga... Yang paling mirip ma Oprah ya rambutnya kaleee....hehehe...

Kemarin waktu dengar kabar Andy F Noya mau keluar dari Metro, agak khawatir juga, jangan-jangan ntar acara Kick Andi jadi ilang... Thank's God, ternyata enggak....

Selasa, 16 September 2008

Negaraku miskin?

Udah beberapa hari ini televisi menyiarkan berita tentang tragedi kemiskinan di Pasuruan. Demi mendapatkan uang Rp. 30,000,- ribuan orang rela ngantri pembagian zakat dari subuh. Kebanyakan dari mereka adalah Ibu-ibu, nenek-nenek, ada juga Ibu-ibu yang datang sambil gendong bayi. Berdesak-desakan, berpanasan, berhimpitan ditengah debu, aroma keringat dan aroma nafas orang puasa. Duh...... aku sampe meringis melihatnya! Apalagi dengar tangisan anak-anak dalam gendongan emaknya yang terdorong-dorong kesana kemari. Kejepit orang ramai. Masya Allah....

Iya, uang Rp. 30,000,- tentu jumlahnya (mungkin) kecil untuk kita. Mungkin hanya seharga lipstik yang kita oles tiap hari untuk nutupin bibir kita yang kehitaman (jangan tersinggung yang punya bibir itam....) biar sedikit nampak lebih kinclong kalo keluar rumah. Lipstik seharga 30,000 itu tentu saja kita miliki lebih dari 1 buah. Soalnya warna lipstik harus senada dengan warna baju yang kita pakai. So, minimal kita mungkin punya 5 macam warna. Jadi kalo dijumlahin harganya = 150,000. Itu lipstik doang, belum bedaknya, alas bedaknya, parfumnya...de el el.

Sementara orang-orang yang kurang beruntung itu berusaha mendapatkan uang 30,000 untuk makan dengan mempertaruhkan nyawanya. Berita terakhir menyebutkan 21 orang tewas terinjak-injak. Kebanyakan dari yang tewas adalah Ibu-ibu dan lansia. Sekitar 12 orang dirawat intesif di rumah sakit.

Sebenarnya ada apa sih dg egeri ini? Katanya Indonesia makmur. Kaya dengan hasil bumi. Mana buktinya ya? Kok makin hari hidup rasanya makin susaaaahhh...aja. Mau dikasih zakat; ngantri, mau beli minyak tanah; ngantri, beli gas; ngantri juga. Kayak zaman penjajahan aja. Katanya udah merdeka 63 tahun lalu. Tapi nyari nafkah tetap aja nggak merdeka. Mau bertani, pupuk mahal. Mau dagang kaki lima, diusir trantib. Jadinya tetap miskin. Akhirnya mengemis dan nunggu pembagian secuil rezeki dari orang kaya... Eh, malah nyawa melayang sia-sia.

Kenapa sih orang kaya kalo mau bagiin zakat nggak lewat Badan Amil Zakat aja? Kan ada dimana-mana. Di mesjid-mesjid dan surau-surau pun ada. Kata suamiku, mungkin nggak percaya sama panitia amil zakat. Ntar zakatnya nggak nyampe ke yang berhak. Wong di Indonesia kan lagi musim korup. Dimana-mana ada koruptor. Makanya orang kaya ngebagiin langsung zakatnya ke fakir miskin dan dhuafa.

Tapi harusnya acaranya terkoordinir dengan baik kan? Ada panitianya, ada petugas yang jagain, biar ngantrinya lebih tertib. Nggak asal berdesakan tanpa aturan.
Tapi...(ada tapi-nya lagi) kata temanku (dan aku setuju), orang-orang pada malas berurusan dengan aparat. Udah biriokrasinya berbelit-belit, trus ntar minta jatahnya gede-gedean. Ngalah-ngalahin jumlah harta yang mau di zakatin....
Duh.... jadi serba salah ya.....

Jumat, 12 September 2008

Aku dan sepi


Sepi hari ini.

Hujan rinai dari pagi, menghiasi hati

Kantor pun ikut-ikutan sunyi....

Nggak ada seorang temanpun disini....

Hanya aku dan compy....(computer maksudnya....)


hh....jadi hari ini aku sendiri,

disini...

menangisi salary yang tak kunjung tinggi...

Aku hanya bisa berdoa,

semoga atasanku berbaik hati....

menaikkan gajiku bulan ini...

kasihan anakku yang masih bayi...

kalo aku tak bisa belikan susu nanti...

dia akan kurang gizi...


oh.... hatiku yang sunyi....

merintih hari ke hari....

harusnya aku berterima kasi

pada Tuhan yang kasih rezeki

masih banyak orang yang lagi susah hati

didunia yang kejam ini....

Senin, 08 September 2008

Cari nafkah sambil jaga anak

Beberapa waktu yang lalu aku dilanda kebingungan. Aku tuh punya bayi umur 7 bulan. Saat ini lagi dijaga sama Ibukku, sementara aku bekerja. Berat banget tau nggak, harus ninggalin anak dirumah. Sedih....rasanya. Mau berhenti kerja dan tinggal dirumah aja, kasian suamiku. Ntar keteteran cari uang. Mana rumah masih kredit....
Padahal Ibukku itu sebenarnya kurang sehat, tapi bela-belain jagain sibayi karena kasian ma aku. Tapi Ibuk bilang lebaran ini mau pulang kampung, ingin tinggal dikampung aja sambil menunggu ajal, beliau ingin dimakamkan disamping makam ayahku, katanya. Kasihan Ibukku, ya? Udah sakit masih disuruh jagain bayi.


Sekarang masalahnya anakku mau dititip siapa? Mau nitip mertua, rumahnya jauh. Aku baru bisa kesana pas libur kerja aja, nggak bisa tiap hari. Kangen dooonggg.......ma anakku! Mau nitip ma pengasuh, lebih nggak tega lagi. Iya kalo dapat pengasuh yang baik, kalo dapat pengasuh "kejam" dan nggak telaten? Aduuuh....kasian anakku.


Sampe suatu hari aku baca iklan di internet, tentang cara sukses berbisnis di internet. Nggak perlu ninggalin anak. Bekerja dirumah, tetap dekat dengan anak. Syaratnya cuma harus ada koneksi ke internet. Kalo dirumah belom ada, di warnet pun bisa. Hmmm...lumayan nih. Harus dicoba, pikirku. Sekarang aku udah mulai start berbisnis di internet. Yang paling penting, anakku ku jaga sendiri, nggak ngerepotin ibukku lagi, dan tetap punya penghasilan untuk bantu suami mencari nafkah. Kalo Anda mau liat-liat klik aja http://www.formulabisnis.com/?id=valeska. Nggak ada ruginya Bo'.....


Jumat, 05 September 2008

Nggak shalat?

Seperti biasa aku shalat zuhur ke mushola perusahaan. Nggak sangka rame banget mushola hari ini, beberapa karyawan nampak lagi mendirikan shalat zuhur, sebagian lagi tidur-tiduran dilantai mushola dan sebagian kecil sedang ngobrol dengan suara pelan.

Hmm...tumben nih rame, pikirku. Biasanya mushola perusahaan ini selalu sepi. Apalagi ini udah jam 1.30 siang. Sebagian besar karyawan biasanya jam segini udah stand by di pos masing-masing untuk melakukan pekerjaan rutin. Tapi ini kok.....

O....pantesan, hari ini kan hari pertama puasa ya... Pantesan mushola rame. Biasalah...
Kalo bulan ramadhan gini, banyak orang tobat dadakan. Yang biasanya malas sholat jadi rajin, yang biasanya nggak pernah ke mushola, pas ramadhan tiba, nongkrongin musholaaaa...mulu.

Cuma sayangnya, tobat yang kayak gini hanya bertahan menjelang 10 hari ramadhan terakhir. Begitu ramadhan usai, takbir berkumandang, mereka kembali ke kebiasaan semula. Yang rajin shalat kembali malas, yang nongkrongin mushola selama ramadhan, kembali jarang ke mushola.

Kadang aku berfikir, orang kayak gitu apa maksudnya ya...? Apa mereka pikir kewajiban shalat itu hanya untuk bulan ramadhan aja? Ih, enak banget ya?

Aku kenal banyak orang muslim yang nggak sholat, malahan ada yang pake jilbab tapi sholat nya banyak bolongnya. Padahal ada hadis nabi yang bunyinya kira-kira begini: yang membedakan kita (muslim) dengan mereka (non muslim) adalah sholat....

Aku bukan orang bersih juga sih... Mana ada manusia yang bersih dari dosa. Cuma kalo untuk shalat, HARUS kali ye...... 5 kali sehari itu udah minimal. Bukan selama ramadhan aja, tapi seumur hidup.

So, muslim tapi nggak shalat....???

Curhat puasa

Sakit perut nih puasa nggak pake sahur. Perih banget perut gw. Soalnya tadi gw ketiduran, padahal nggak begadang. Demi dapat pahala, gw jabanin puasa nggak sahur. Mudah-mudahan dapet pahala, untuk bekal nanti di akherat.... Amin!